Habit Menulis

Anda Ingin “Menjadi” Penulis Seperti Siapa?

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

The most effective way to change your habits is to focus not on what you want to achieve, but on who you wish to become – James Clear.

.

Menjadi adalah proses, namun menjadi juga tentang hasil. Jika Anda ingin menjadi penulis, ada sejumlah proses yang harus Anda  lalui dengan penuh ketekunan. Proses ini adalah membangun habit atau kebiasaan, agar bisa menjadi penulis. Bukan sekedar penulis, namun penulis produktif.

Pada kesempatan kali ini, akan saya nukilkan sebagian kecil dari teori Atomic Habits yang dikembangkan oleh James Clear. Dalam buku Atomic Habits, Clear menyatakan bahwa untuk membangun habit positif sebenarnya sederhana. Hanya dengan melakukan pengulangan, disertai mindset yang benar, maka suatu kebiasaan akan terbentuk.

Prinsip Atomic Habit

Di antara prinsip menarik dari atomic habits yang dikembangkan oleh James Clear adalah, fokus kepada “who you wish to become. Menurutnya, cara paling efektif untuk membentuk kebiasaan Anda bukan fokus kepada apa yang ingin Anda capai, namun fokus kepada menjadi seperti siapa Anda nantinya.

Ini bisa berlaku untuk berbagai bidang kehidupan. Misalnya, menjadi ulama, menjadi hafizh Qur’an, menjadi motivator, menjadi pengkhotbah, menjadi artis, menjadi youtuber, menjadi penyanyi, menjadi atlet, dan lain sebagainya. Anda ingin menjadi seperti siapa? Jika Anda bisa menyebut secara spesifi, itu akan membuat Anda termotivasi memiliki kebiasaan positif darinya.

Jika Anda ingin menjadi penulis produktif, maka Anda bisa mendefinisikan para penulis idola. Tentu Anda harus membatasi hanya dalam wilayah ‘profesionalnya’ saja, tidak untuk meniru secara keseluruhannya. Selain karena tidak mungkin, juga karena yang ingin Anda ‘menjadi’, adalah dalam batasan profesionalitas orang tersebut. Artinya, ini menyangkut sisi habit positif yang dimiliki oleh tokoh tersebut.

Habit Positif Penulis Produktif

Sebagai contoh, saya mengidolakan ulama dari Qatar, Dr. Yusuf Al-Qardhawi, dalam hal produktivitas menulis. Saya sangat terinspirasi dengan banyaknya buku beliau, dan betapa konsisten beliau menulis setiap hari. Bahkan sampai usia 94 tahun saat ini (September 2020), beliau tetap aktif menulis, merampungkan ensiklopedia yang diharapkan berjumlah 100 jilid.

“Who you wish to become, menjadi seperti siapa Anda? Dalam hal produktivitas menulis, saya ingin seperti Dr. Yusuf Al-Qardhawi. Tentu saya tidak bisa meniru beliau dalam segala aspeknya, namun saya ingin  meniru beliau dalam produktivitas menulis. Saya tidak bisa meniru dari sisi kedalaman ilmu agama beliau, juga gaya bahasa beliau. Namun saya ingin meniru habit positif beliau, berupa daya tahan dalam menulis, dan produktivitas dalam menghasilkan karya tulis.

Buku yang sudah beliau terbitkan, mungkin lebih dari 200 judul, dan tetap terus menerus menulis di usia yang sudah 94 tahun sekarang ini. Saya kutip dari laman Facebook Jauhar Ridloni Marzuq, mengenai kebiasaan harian Dr. Qardhawi. Usai sarapan pagi, beliau menuju ruang tempat menulis. Beliau meninggalkan ruang kerja menulisnya, rata-rata jam duabelas tengah malam.

Sisa waktu usianya dihabiskan untuk menulis. Ini adalah cara memperpanjang usia kemanfaatan, dan menambah amal jariyah bagi beliau. Semangat, energi dan daya tahan beliau dalam menulis, saya sungguh mengidolakannya. Inilah habit positif yang saya ingin miliki dalam kehidupan saya sebagai penulis.

Saya dan Anda semua boleh berbeda pendapat dalam hal-hal keyakinan, pemikiran, pemahaman dan pendapat tertentu dengan Dr. Yusuf Qardhawi. Namun kita membatasi wilayah pada habit positif dalam menulis yang luar biasa, dan sulit dicari bandingannya. Beliau bukan hanya ulama, namun beliau adalah penulis yang sangat produktif menghasilkan karya.

Satu lagi yang sangat saya kagumi. Beliau memfatwakan tentang perlindungan hak cipta untuk buku dan lain-lain, namun beliau menyatakan untuk semua buku karya beliau, boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun tanpa harus meminta izin kepada beliau. Ini adalah semangat berbagi yang luar biasa.

Dengan melakukan personifikasi seperti ini, maka Anda akan lebih termotivasi untuk meniru tokoh tersebut –sekali lagi dalam batasan profesionalitas yang ingin kita tiru darinya. Bukan meniru semua dari tokoh tersebut, karena kita bukan KW dari dirinya. Kita adalah diri kita sendiri yang harus membangun identitas kebahasaan dan gaya menulis khas.

Bahan Bacaan

James Clear, Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa, Gramedia Pustaka Utama,  2019

Jauhar Ridloni Marzuq, Laman Facebook, 10 September 2020

 12 kali dilihat

4 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *