Motivasi Menulis

Apa Alasan Anda Tidak Menulis?

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Anda punya dua kaki, dua tangan, lengkap. Anda punya sepuluh jari, normal semua. Bersyukurlah, jangan mengeluh. Jangan mengatakan menulis itu sulit. Jangan bilang, membuat buku itu berat. Anda memiliki anggota tubuh lengkap dan normal.

Wesley Wee, pengidap cerebral palsy asal Singapura, menulis hanya menggunakan satu ibu jari kaki. Saya ulangi : hanya dengan satu ibu jari kaki. Bukan ibu jari tangan. Ia tekun menulis, setiap hari. Ia bisa melakukannya.

Satu per satu huruf diketikkan melalui keyboard komputer. Tekun ia melakukan itu dengan satu ibu jari kakinya. Dari satu huruf, terbentuk kata, terbangun kalimat, mewujud paragraf. Hingga selesai satu naskah.

Begitu cara ia membuat naskah, sama dengan Anda. Bedanya, Anda memiliki anggota tubuh yang lengkap. Bersyukurlah, alhamdulillah. Namun sepertinya, ia lebih bersemangat menulis dibandingkan sebagian dari Anda.

Sepanjang 38 tahun Wesley hidup di kursi roda, bahkan ia tidak bisa makan dan mengenakan baju sendiri. Lebih mengerikan lagi, ia kerap mendapat perlakuan tak menyenangkan dari orang-orang dekatnya.

Dengan melewati sangat banyak kendala, Wesley bertekat kuat untuk berbagi dan menginspirasi orang banyak. Ia berpesan, jangan pernah menyerah dengan kedaan. Jika ia bisa melakukannya, orang lain pun pasti bisa.

Wesley harus rela menghabiskan waktu lima tahun untuk menyelesaikan sebuah buku. Dengan ketekunan yang luar biasa, buku itupun berhasil diterbitkan. “Finding Happines Against the Odds”, ini judul bukunya.

Ia menuangkan berbagai cerita kehidupan melalui buku. Ia telah membuktikan kepada masyarakat dunia, bahwa tidak ada hal mustahil jika bersungguh-sungguh mengupayakannya. Buku perdananya terbit pada 23 Agustus 2019 di markas Google Singapura.

“Saya ingin menginspirasi kehidupan orang-orang, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan, jangan menyerah karena apabila menyerah maka semuanya selesai”, ujarnya.

Wesley menjadi bukti, menulis bisa dilakukan oleh siapa saja. Tak hanya oleh mereka yang memiliki sepuluh jari normal. Keterbatasan fisik bukan alasan untuk tidak menulis.

Wesley Wee

Jadi, Apa Alasan Anda Tidak Menulis?

Anda dikaruniai fisik sehat, bersyukurlah. Anda bisa berjalan, berlari, berkegiatan normal, bersyukurlah. Jangan mengeluh, jangan menyatakan menulis itu susah. Shane Burcaw, hanya duduk di kursi roda, tubuhnya tak seperti Anda, namun ia sangat produktif mencipta karya.

Blogger asal Amerika Serikat ini telah menggunakan kursi roda sejak berusia tiga tahun. Ia mengalami Spinal Muscular Atrophy, sejenis kondisi genetik yang mengganggu otot tubuhnya, sehingga harus memakai kursi roda. Namun ia memilih memandang kehidupan ini dengan positif. Keterbatasan fisiknya tidak menghalangi untuk meraih mimpi.

Selain aktif menulis di blog, Shane telah menerbitkan tiga buku, yaitu Laughing at My Nightmare (2014), Not So Different: What You Want to Ask About Having a Disability (2017), dan Strangers Assume My Girlfrind is My Nurse (2019). Dalam buku-buku itu, Shane menceritakan kondisi dirinya dan suka duka menjalani kehidupan, dengan gaya kocak.

Burcaw sebagai penyandang disabilitas semenjak lahir, aktif menulis di blog setiap hari. Ia memiliki atrofi otot tulang belakang yang membuatnya tidak bisa berjalan dan menggunakan lengannya. Keterbatasan fisik  seperti itu, tak membuatnya berhenti menulis. Ia terus menulis dan menginspirasi dunia.

Jadi, apa alasan Anda tidak semangat menulis? Anda memiliki semua yang diperlukan untuk menulis : fisik sempurna, anggota tubuh lengkap, sehat sentosa. Maka menulislah. Semoga Allah tidak mencabut nikmat ini dari kita.

Mari bersyukur. Mari menulis.

Bahan Bacaan

Alden Boon, Abused Because of Cerebal Palsy, But Still Wesley Wee Rises Above Finding Happiness and Love in The Face of Adversity, http://magazine.nedla.sg, 2 Juni 2018

Jen Doll, A Blogger Who Laughs at Nightmares Gets a Book Deal, www.theatlantic.com, 24 April 2013

Lee Chia Ming, Unwanted as A Child, Homeless as An Adult, Wesley Wee Finds Happiness Against the Odds,  https://saltandlight.sg, 10 September 2019

Rachel Hutton, How ‘Interabled’ Minnesota Couple ‘Squirmy and Grubs’ Became an Internet Sensation, www.startribune.com, 6 Oktober 2019

 34 kali dilihat

4 Komentar

  • Maryati

    “Optimalkan segala daya! Jika tidak mampu berlari berjalanlah, jika tidak mampu berjalan maka merangkaklah,” pesan pembimbingku saat aku mulai menulis. Semua hasil karya berasal dari aksi nyata. Karena itu, kejar Impianmu pasti akan menjadi kenyataan. Tetap fokus pada satu tujuan “Buku Impian” menjadi nyata.

    • Fria nella

      Insan diciptakan Allah SWT dengan keistimewaan yang beragam. Perbedaan itu menjadikan warna warni dunia. Kemampuan insan memberdayakan sumber daya yang ada pada dirinya itulah yang akan jadi semangat tuk tetap berkarya.

      Syukron pak Cah
      Jazakallahu khoir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *