Habit Menulis

Berapa Lama Waktu untuk Menciptakan Habit Menulis?

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Saya sudah lamaaaa banget tidak pernah menulis. Rasanya sudah lupa bagaimana cara menulis,” ujar seorang peserta Kelas Menulis Online (KMO) Alineaku.

“Saya ibu rumah tangga. Selama ini hanya mengerjakan aktivitas rutin, seperti mencuci, memasak, menyeterika, dan lain-lain. Di umur saya yang tidak lagi muda ini, saya ingin mulai belajar menulis. Bagaimana caranya?” tanya seorang ibu rumah tangga peserta Kelas Antologi.

Jawaban dari dua pertanyaan tersebut adalah sama, yaitu ciptakan habit menulis. Ya benar. Yang paling awal adalah menciptakan kebiasaan menulis. Jika sudah terbentuk habit menulis, sangat mudah untuk mengembangkan ketrampilan menulis.

Ciptakan Kebiasaan Menulis

Bagi adik-adik pelajar yang merasa belum bisa menulis, nomer satu yang harus kalian lakukan adalah menciptakan kebiasaan menulis. Sama halnya dengan emak-emak yang seumur hidupnya belum terbiasa menulis, saat umur sudah senja, mereka bisa menjadi penulis produktif, dengan menciptakan kebiasaan menulis.

Demikian pula bagi Anda yang dulu sempat lancar menulis namun sekarang sudah sibuk dengan pekerjaan, profesi, atau mengurus keluarga, sehingga merasa tersengal-sengal saat menulis kembali. Yang harus Anda lakukan adalah memulai menciptakan habit menulis.

Ibarat mesin motor atau mobil yang sudah tidak lama tidak difungsikan, tentu akan ‘beku’ sehingga tak mudah untuk dihidupkan kembali. Semakin lama tidak difungsikan, semakin sulit untuk dibangunkan kembali. Mesin produksi di pabrik gula juga mengalami hal yang sama, karena menunggu masa panen tebu sehingga mesin lama off. Mesin-mesin ini perlu pemanasan yang memadai, sebelum difungsikan.

Demikian pula dengan menulis. Bagi yang belum terbiasa menulis, dan bagi yang sudah lama tidak menulis, Anda perlu pemanasan agar bisa segera on kembali. Anda perlu menciptakan prakondisi yang memadai untuk memulai aktivitas baru, ataupun aktivitas yang lama tidak Anda lakukan.

Mengapa mahasiswa baru perlu mengikuti OSPEK ? Mengapa mahasiswa pindah jurusan perlu mengikuti matrikulasi? Mengapa pegawai baru perlu mengikuti prajabatan? Semua jawabannya sama. Agar bisa menyesuaikan dengan kultur yang diharapkan pada pos masing-masing.

Berapa Lama Menumbuhkan Habit Menulis?

Pertanyaan berikutnya, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menumbuhkan habit menulis? Mari saya ajak Anda menemukan jawabannya.

Menurut teori lama, kebiasaan bisa ditumbuhkan dalam waktu 21 hari intensif. Artinya, benar-benar dalam 21 hari melakukan kegiatan yang diinginkan, maka akan terbentuk kebiasaan. Jadi jika ingin memiliki kebiasaan menulis, Anda harus rutin membiasakan diri terus menerus menulis selama 21 hari, maka Anda akan memiliki habit menulis.

Angka 21 hari ini didapatkan dari studi di tahun 1960 yang dilaporkan dalam buku Psycho-Cybernetics karya Maxwell Maltz. Ia menjumpai, pasiennya bisa berubah dalam waktu 21 hari. Misalnya menghentikan kebiasaan merokok, minuman keras, dan berbagai kebiasaan yang ingin dihilangkan sekaligus menghasilkan kebiasaan baru.

Namun studi lain yang dilakukan pada tahun 2009 memberikan hasil yang lebih luas. Studi yang dilakukan oleh University College London menemukan bahwa waktu yang diperlukan oleh manusia untuk mendapatkan habit baru yang diinginkan, bervariasi pada kisaran 18 hari hingga 254 hari, namun terbanyaknya adalah pada angka 66 hari.

Nah, kita pakai studi terbaru saja, bahwa habit bisa terbentuk dalam waktu 18 hingga 254 hari, tergantung jenis kebiasaan yang ingin ditumbuhkan, kedisiplinan dalam menjalani agenda, dan lain sebagainya. Sangat banyak faktornya.

Artinya, Anda bisa ‘ngebut’ dan ‘gas pol’ membentuk habit menulis, dalam 18 hari, atau 21 hari. Namun juga bisa sedikit santai, dalam satu bulan, atau memilih yang 66 hari. Namun, kunci utama ada pada kedisiplinan dalam menjalani agendanya.

Agenda di Masa Pembiasaan

Lalu apa agenda yang harus dijalankan untuk menciptakan habit menulis? Hanya satu saja agendanya, yaitu menulis. Ya, benar. Dalam 18 hari itu, menulislah pada waktu yang teratur, dan tidak boleh beralasan. Menulis terus menerus pada waktu yang telah Anda siapkan.

Priit Kallas menyarankan Anda membiasakan menulis dimulai dari 200 kata setiap hari, lalu terus menambah 10 kata setiap harinya. Jika Anda genapkan program pembiasaan ini selama sebulan, maka pada akhir bulan Anda akan menulis 500 kata setiap harinya. Ini sungguh keren.

Jika program 18 hari Anda rasa belum membentuk habit menulis Anda, tambah sendiri menjadi 21 hari. Jika belum terbentuk juga, tambah menjadi 30 hari atau satu bulan. Jika belum kuat hasilnya, mungkin perlu Anda coba 66 hari. Namun jangan memilih 254 hari.

Selama kurun waktu tersebut, Anda harus menulis dalam dua kondisi.

Pertama, menulis pada waktu yang telah Anda tetapkan. Misalnya, sehari berapa kali menulis, dan pada pukul berapa saja. Jika Anda tetapkan satu jam pagi, satu jam siang dan satu jam malam, untuk menulis, itu sudah sangat bagus. Ingat, harus disiplin dalam waktu pembiasaan tersebut.

Kedua, menulis kapanpun dan dimanapun saat Anda memiliki waktu untuk melakukannya. Tidak harus terpaku pada jadwal yang sudah Anda tetapkan. Namun Anda bisa menambah pembiasaan itu dengan memperbanyak jam menulis.

Sudah menemukan jawabannya kan? Sekarang, lakukan pendisiplinan diri dalam waktu tertentu. Saran saya, pilih 21 hari dulu. Mulai hari ini, sampai hari ke 21 nanti. Terus menerus memperbanyak menulis dalam waktu tersebut. Jika Anda disiplin, habit menulis bisa Anda miliki.

Bahan Bacaan

Signe Dean, Here’s How Long It Really Takes to Break a Habit, According to Science, www.sciencealert.com, 9 Juni 2018

Priit Kallas, How to Create a Daily Writing Habit for Life, www.dreamgrow.com, 11 Agustus 2018

 6 kali dilihat

6 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *