Motivasi Menulis

Fatigue, Burnout, Menulislah!

Serial SHSB “Seratus Hari Satu Buku”

Oleh : Cahyadi Takariawan

Banyak orang memilih langsung istirahat saat lelah. Bagi mereka, satu-satunya obat untuk kelelahan adalah istirahat. Mungkin berbaring sejenak, atau tidur pulas, sehingga hilang lelahnya. Tentu saja ini tidak salah, dan sebuah keputusan yang masuk akal.

Namun ada tindakan lain yang juga bisa menghilangkan kelelahan. Sebagian orang, lelah adalah tanda untuk melakukan olah raga dan latihan fisik. Mereka segera menuju ruang gym di rumahnya dan melakukan pemanasan, peregangan serta latihan selama beberapa menit. Setelah itu baru tidur, akan sangat nyenyak tidurnya.

Nah, dengan ide yang sama, mengapa tidak Anda coba untuk menulis sebelum istirahat? Dalam proses belajar menulis, kelelahan (fatigue, burnout) adalah alasan yang sangat banyak dikemukakan untuk tidak menulis. Padahal, setiap hari berada dalam kelelahan, maka akhirnya seumur hidup tidak pernah menulis, karena selalu menerima alasan. Maka, jangan menerima alasan! Anda pasti lancar menulis.

Demikian pula untuk disiplin melakukan SHSB (Seratus Hari Satu Buku), saat menjadikan kelelahan sebagai alasan, pasti Anda tidak akan sanggup melewatinya. SHSB hanya bisa dilalui oleh mereka yang tak menerima alasan.

Apa yang bisa Anda lakukan di saat kelelahan melanda?

  • Berdamailah dengan kelelahan

Anda merasa lelah? Berbahagialah, karena ini menandakan Anda adalah manusia normal. Makhluk yang tak pernah lelah adalah malaikat. Para malaikat tak pernah lelah dalam menjalankan tugas yang Allah berikan kepada mereka[i]. Demikian pula setan atau iblis, mereka makhluk jahat yang tak pernah istirahat menyesatkan manusia[ii]. Anda bukan malaikat, pun bukan setan atau iblis. Anda hanya manusia biasa, maka pasti merasakan lelah. Maka terimalah rasa lelah, dan berdamilah dengannya.

  • Minum air mineral segar

Saat lelah melanda, jangan langsung tidur. Minum air mineral segar, atau air infus buah segar, agar Anda tetap bisa menjaga kesegaran beberapa saat. Jangan minum cairan doping untuk mencegah lelah dan kantuk, karena itu kebiasaan yang buruk bagi kesehatan Anda. Sebagian orang melawan kantuk dan lelah dengan merokok, ini juga kebiasaan buruk. Lelah dan kantuk tak perlu dilawan, nikmati saja. Cukup minum air mineral segar atau air infus buah segar. Ini akan kembali menyegarkan pikiran Anda dalam beberapa menit. Ini yang namanya fatigue energy atau burnout energy.

  • Menulislah untuk menyalurkan “fatigue energy” yang Anda miliki

Setelah minum air mineral atau air infus buah segar, bukalah gadget atau laptop. Ya, siapkan pikiran untuk menuliskan sesuatu. Mungkin 15 menit atau 30 menit, alokasikan waktu untuk menulis, meskipun Anda merasa lelah. Anda bisa menuliskan sebuah ide, atau minimal menceritakan hal terakhir yang Anda lakukan, yang membuat Anda mengalami kelelahan. Atau bercerita kegiatan seharian yang membuat Anda mengalami hari yang melelahkan.

Ternyata fatigue adalah booster bagi kita untuk menuliskan sesuatu. Ini membuat saya merasa sangat fokus, karena menyalurkan “fatigue energy” atau “burnout energy” dengan jalan menulis. Rasa-rasanya saya justru mendapatkan kekuatan fokus dalam menulis di saat puncak lelah.

Ini seperti pengalaman yang dirasakan oleh Andrea Laiacona Dooley (2018). Ia memberikan saran yang sangat menggelitik untuk kita, “Fatigue, burnout…. As with finding the time, it’s often easier to find something else to do other than write. I can’t make you stop playing Candy Crush before bed; that’s on you. But one reader noted that once you see ‘writing as a career, and not as a hobby’, it becomes easier to prioritize. Even making 10 minutes a day ‘must do’ will make a difference”.

Maka Laiacona merasakan kebahagiaan saat menulis di tengah kepenatan. “I find that writing while I am tired, like exercise, can be invigorating and help me feel less burned out”.

  • Posting atau simpan tulisan Anda

Jika energi lelah Anda masih mencukupi untuk menyelesaikan tulisan, selesaikan dan edit seperlunya, lalu segera posting di web, blog atau media sosial yang biasa Anda gunakan untuk mempublikasikan tulisan. Namun jika energi Anda tidak lagi mencukupi untuk menyelesaikan satu naskah utuh, simpan saja dulu tulisan Anda saat ini, dan bisa Anda selesaikan lain kali.

  • Nikmati istirahat Anda

Saya merasakan tidur yang sangat nyenyak saat mengakhiri kegiatan malam yang lelah dengan menulis. Rasa-rasanya ada kepuasan yang amat sangat saat bisa menulis dengan tuntas, kemudian mengakhiri dengan istirahat total, tidur. Amat pulas tidur kita, alhamdulillah. Esok pagi bangun dengan penuh energi.

Bagaimana dengan Anda?

Bahan Bacaan

Andrea Laiacona Dooley, More Barriers to Becoming A Writer, and Some Ideas to Overcome Them, https://medium.com, 30 Juni 2018

Tafsir Web, https://tafsirweb.com


[i] “Dan kepunyaan-Nya-lah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya” (QS. Al-Anbiya : 19 – 20)

[ii] Seorang laki-laki bertanya kepada Imam Hasan Al-Bashri, “Apakah Iblis tidur?” Hasan Al-Bashri menjawab, “Jika Iblis tidur, maka akan ada saat dimana Bani Adam dapat beristirahat.” 

 2 kali dilihat

11 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *