Positive Writing

Menulis Ekspresif untuk Self Disclosure

.

Writing for Wellness – 86

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Kathryn Greene et.all (dalam Mukhlishah, 2015) menyatakan, pengungkapan diri biasanya dipelajari dalam pesan verbal yang berisi pernyataan seperti ‘Saya merasa’ dan ‘Saya pikir’. Sedangkan pengungkapan adalah proses yang memberikan akses ke pribadi dan bersifat rahasia.

“Self disclosure usually studied in term verbal masage that contain statements such as ‘I feel’ and ‘I think’. Disclosure is process that grants access to private and to secret” –Kathryn Greene

Ruth Permatasari Novianna (dalam Mukhlishah 2015) menyatakan, self-disclosure adalah pemberian informasi tentang diri sendiri kepada orang lain. Informasi yang diberikan dapat mencakup berbagai hal seperti pengalaman hidup, perasaan, emosi, pendapat, cita-cita dan sebagainya.

Self disclosure juga merupakan metode yang paling dapat dikontrol dalam menjelaskan diri sendiri kepada orang lain. Individu dapat mempresentasikan dirinya sebagai orang bijak atau orang bodoh tergantung dari caranya mengungkapkan perasaan, tingkah laku, dan kebiasaannya (Mukhlishah, 2015).

Istilah pengungkapan diri (self disclosure) terdiri dari dua kata; yaitu diri (self) dan proses pengungkapan (disclosure). Konsep diri (self), dalam kajian psikologi, memiliki banyak sekali dimensi. Paling tidak, ada dimensi subjektif dan dimensi objektif seseorang.

Dimensi subjektif dipengaruhi oleh faktor-faktor internal seseorang, mulai dari kematangan intelektualitas, internalisasi dan objektivasi pengalaman, serta pemaknaan diri terhadap tindakan yang dilakukannya. Sedangkan dimensi objektif, erat kaitannya dengan kehidupan sosial, lingkungan, kelompok, budaya dan hal-hal lainnya (Mukhlishah, 2015)

Self-Disclosure is difined as quantity and quality of personal information that an individual provides to another”.

Menurut Mukhlishah, pengungkapan diri berkaitan dengan informasi tentang diri seseorang yang diceritakan kepada orang lain. Kedua, self disclosure erat kaitannya dengan komunikasi dua orang (interpersonal communication) yang akan atau sedang membangun sebuah hubungan (relationship).

Menulis Ekspresif untuk Proses Self-Disclosure

Self disclosure atau sering juga disebut pengungkapan diri merupakan bentuk komunikasi berbentuk verbal maupun non verbal yang diakui sebagai suatu hal yang penting didalam berbagai konteks. Seseorang yang memiliki self disclosure rendah cenderung menyimpan sendiri perasaan dan emosi yang mereka rasakan (Khusana, 2016).

Usaha individu untuk menekan pikiran dan emosi secara terus menerus membutuhkan usaha fisik yang berakibat stres. Seseorang yang memiliki self disclosure rendah ditemui pada korban bullying. Korban bullying merupakan individu yang dianggap lemah sehingga mendapatkan perlakuan bullying (Khusana, 2016).

Kebanyakan korban bullying akan merasa tertekan, trauma, merasa lemah, tidak berdaya, dan memunculkan perasaan harga diri yang rendah sehingga cenderung memiliki self disclosure yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan bantuan yang efektif untuk meningkatkan self disclosure korban bullying, salah satu upayanya ialah pelatihan teknik menulis ekspresif.

Khusana (2016) dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, melakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas teknik menulis ekspresif untuk meningkatkan self disclosure korban bullying. Rancangan penelitian menggunakan Pre Eksperimental Designs dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design.

Hasil penelitian Khusana (2016) menunjukkan bahwa teknik menulis ekspresif efektif untuk meningkatkan self disclosure siswa korban bullying.

Subjek penelitian adalah siswa SMPN 15 Malang sebanyak lima siswa sebagai kelompok eksperimen yang dipilih berdasarkan angket korban bullying. Observasi dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum perlakuan (pretest) dan sesudah perlakuan (posttest). Pretest dan posttest dilakukan dengan menggunakan skala self disclosure dan treatment berupa pelatihan teknik menulis ekspresif.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa teknik menulis ekspresif efektif untuk meningkatkan self disclosure siswa korban bullying. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi konselor teknik menulis ekspresif dapat digunakan untuk meningkatkan self disclosure korban bullying dengan menggunakan panduan teknik menulis ekspresif.

Menulis ekspresif juga telah dipelajari bisa menjadi sarana self disclosure untuk pasien skizofrenia. Rohmah dan Pratikto (2019) melakukan penelitian untuk melakukan intervensi kepada salah satu pasien skizofrenia yang berada di RSJ Dr.Radjiman Widiodiningrat Malang. Subyek mengalami gangguan skizofrenia hebefrenik.

Peneliti memberikan intervensi berupa expressive writing therapy sebagai media untuk meningkatkan kemampuan pengungkapan diri (self disclosure), menyembuhkan dan peningkatan kesehatan mental. Terapi ini diyakini mampu mengungkap atau menggambarkan pengalaman hidup pada masa lalu, sekarang atau masa depan.

Hasil dari penelitian Rohmah dan Pratikto (2019) menunjukkan bahwa expressive writing therapy efektif digunakan sebagai media mengungkapkan perasaan, isi hati dan emosi subyek.

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa expressive writing therapy efektif digunakan sebagai media mengungkapkan perasaan, isi hati dan emosi subyek.

Selamat menulis, selamat menikmati kesehatan dan kebahagiaan.

Bahan Bacaan

Ike Kurnia Ani Khusana, Keefektifan Teknik Menulis Ekspresif untuk Meningkatkan Self Disclousure Korban Bullying, 2016, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, http://karya-ilmiah.um.ac.id

Lulus Faqihatur Rohmah, Herlan Pratikto, Expressive Writing Therapy As a Media to Improve Self Disclosure Skills of Hebephrenic Schizophrenia Patients, DOI: 10.30813/psibernetika.v12i1.1584, April 2019, https://www.researchgate.net

Mukhlishah AM, Teknik Pengungkapan Diri Melalui Angket Self-Disclosure, Prosiding Halaqoh Nasional & Seminar Internasional Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya, 2015, http://digilib.uinsby.ac.id/

.

Ilustrasi : https://www.myamericannurse.com/from-our-readers-the-art-of-self-disclosure/

 16 kali dilihat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *