Positive Writing

Menulis Mampu Menurunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi

.

Writing for Wellness – 39

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Overall, expressive writing demonstrated short-term autonomic benefits and longer-term moderated effects” – Kimberly M. Beckwith McGuire, 2005

.

Tekanan darah adalah kekuatan yang diberikan oleh sirkulasi darah ke dinding arteri, pembuluh darah utama dalam tubuh. Terdapat kondisi yang membahayakan kesehatan manusia, apabila berada dalam tekanan darah tinggi atau hipertensi, baik primer maupun sekunder.

Secara umum, penyebab hipertensi primer adalah faktor gaya hidup dan pola makan. Sedangkan terjadinya hipertensi sekunder, karena dipicu oleh kondisi atau penyakit tertentu.

Hipertensi didiagnosis jika pembacaan terhadap tekanan darah sistolik mencapai lebih dari 140 mmHg dan atau pembacaan tekanan darah diastolik adalah lebih dari 90 mmHg. Angka pertama (sistolik) mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi atau berdetak. Sedangkan angka kedua (diastolik) mewakili tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detak jantung.

Menurut P2PTM Kemenkes RI, jika tidak terkontrol, hipertensi dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit vaskular perifer dan kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan.

Semakin tinggi tekanan darah, semakin tinggi risiko kerusakan pada jantung dan pembuluh darah pada organ besar seperti otak dan ginjal. Maka bagi penderita hipertensi, harus segera menempuh langkah terapi untuk menurunkan tekanan darah mereka.

Menulis Ekspresif Menurunkan Tekanan Darah

Sangat banyak cara dan metode untuk menurunkan tekanan darah, bagi pasien penderita hipertensi. Sejak dari cara medis menggunakan obat-obatan, maupun dengan mangatur gaya hidup sehat.

Sebagai contoh, laki-laki berisiko mengalami hipertensi jika ukuran pinggangnya lebih dari 40 inci atau 102 sentimeter, sedangkan perempuan berisiko mengalami hipertensi jika ukuran pinggang lebih dari 35 inci atau 89 sentimeter. Maka cara mencegah dan menurunkan hipertensi adalah dengan menurunkan berat badan, dan menerapkan pola hidup sehat.

Masih sangat banyak cara untuk menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Ternyata, penelitian menunjukkan bahwa menulis ekspresif mampu menurunkan tenan darah bagi penderita hipertensi. Ini adalah salah satu manfaat dari proses menulis ekspresif bagi kesehatan fisik.

Karen A. Baikie & Kay Wilhelm (2005) dan Stephen J. Lepore & Wendy Kliewer (2013), telah melakukan serangkaian studi terkait manfaat menulis ekspresif terhadap kesehatan. Secara umum didapatkan sangat banyak manfaat kesehatan dari menulis ekspresif, yang salah satunya adalah menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi.

Kimberly M. Beckwith McGuire dan tim (2005) melakukan studi terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik, variabilitas detak jantung dan konduktansi kulit, dengan intervensi menulis ekspresif. Penelitian tersebut melibatkan 38 partisipan dengan tekanan darah tinggi. Para partisipan diminta menulis ekspresif, dan dievaluasi kondisi tekanan darahnya sebelum dan setelah intervensi.

Hasil studi menunjukkan, terjadi penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan, dari awal intervensi hingga satu bulan kemudian, bagi partisipan yang mendapatkan intervensi menulis ekspresif. McGuire dan tim menemukan, tulisan ekspresif menunjukkan manfaat otonom jangka pendek dan efek moderasi jangka panjang, bagi penderita tekanan darah tinggi.

Studi juga dilakukan oleh Karina Davidson dan tim pada tahun 2002. Davidson dan tim menghubungkan proses kognitif dan ekspresi emosional dengan tekanan darah. Mereka menyajikan data yang berkaitan dengan tulisan ekspresif untuk penurunan tekanan darah.

Studi Davidson dan tim ini secara panjang lebar membahas manfaat potensial dari tulisan ekspresif bagi pasien tekanan darah tinggi. Secara akademik dapat dibuktikan bahwa menulis ekspresif mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Ini menjadi intervensi yang bisa direkomendasikan bagi penderita hipertensi, untuk menurunkan tekanan darah tanpa menggunakan obat-obatan.

Selamat menulis, selamat menikmati kesehatan fisik dan mental melalui aktivitas menulis.

Daftar Bacaan

Irawan Sapto Adhi, 9 Penyebab Darah Tinggi yang Harus Diwaspadai, 18 Agustus 2020, https://health.kompas.com

Irawan Sapto Adhi, 12 Cara Menurunkan Darah Tinggi Tanpa Obat, 9 Desember 2020, https://health.kompas.com

Irawan Sapto Adhi, Hipertensi: Gejala, Faktor Risiko, Bahaya, dan Cara Mengobati, https://health.kompas.com, 2 Februari 2020

Karen A. Baikie, Kay Wilhelm, Emotional and Physical Health Benefits of Expressive Writing, Advances in Psychiatric Treatment (2005), vol. 11, 338–346

Karina Davidson dkk, Expressive Writing and Blood Pressure, How Expressive Writing Promotes Health and Emotional Well-being, American Psychological Association (APA), 2002, https://doi.org/10.1037/10451-001

Kimberly M. Beckwith McGuire dkk, Autonomic Effects of Expressive Writing in Individuals with Elevated Blood Pressure, DOI: 10.1177/1359105305049767, Maret 2005, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov

P2PTM Kemenkes RI, Mengapa Hipertensi Berbahaya? 14 Mei 2018, http://p2ptm.kemkes.go.id

Stephen J. Lepore, Wendy Kliewer, Expressive Writing and Health, Encyclopedia of Behavioral Medicine, 2013, https://doi.org/10.1007/978-1-4419-1005-9_1225

.

Ilustrasi : http://p2ptm.kemkes.go.id

 2 kali dilihat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *