Positive Writing

Menulis, Memositifkan Diri

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

Affirmations are very useful for building new habits, making positive changes in one’s life, and for achieving goals” –Remez Sasson

.

Apakah saya orang baik yang tidak punya kekurangan? Pasti tidak. Pun demikian Anda semua, tak ada orang sempurna. Mungkin Anda bertanya, jika saya memiliki banyak kekurangan, mengapa berani menulis berbagai hal yang baik?

Nah, inilah cara yang saya lakukan untuk memperbaiki diri. Dengan menulis kebaikan, berulang-ulang, saya tengah menginstal kebaikan dalam diri saya. Semakin banyak tulisan positif yang saya hasilkan, semakin kuat pula kebaikan terinstal dalam diri saya. Inilah cara memositfkan diri melalui tulisan.

Sebaliknya, jika menulis hal jelek-jelek, maka secara rutin saya menginstal berbagai hal jelek tersebut ke dalam diri saya. Apalagi ada sebuah realitas, bahwa hal-hal buruk cenderung lebih mudah melekat pada diri manusia dibanding hal baik. Maka jika kita menulis hal-hal negatif, berarti menjadi bagian dari cara menegatifkan diri.

Kekuatan Afirmasi

Kita sering mendengar istilah afirmasi diri. Sebuah upaya untuk membuat kita memiliki sifat-sifat kebaikan, dengan mengulang kalimat-kalimat yang memotivasi diri. Misalnya, jika saya ingin menjadi pemberani, maka saya akan mengatakan kepada diri sendiri, berkali-kali, “Aku berani”. Jika saya ingin menjadi kuat menghadapi pahitnya kenyataan, maka saya ulang-ulang dalam diri saya, “Aku kuat”.

Terlepas Anda setuju atau tidak dengan prinsip afirmasi ini,  namun kita bisa menelisik dalam ajaran agama, bagaimana metode yang digunakan untuk membuat manusia menjadi baik. Bagi kita yang beragama Islam, kita mengulang-ulang shalat lima waktu setiap hari. Kita mengulang-ulang wudhu. Kita mengulang-ulang dzikir yang sama. Kita mengulang-ulang doa yang sama.

Bahkan kalau kita perhatikan semua jenis ibadah, pada dasarnya adalah pengulangan. Meskipun ada yang wajibnya hanya sekali, seperti haji. Namun kita bisa mengulang dengan jalan umrah. Adab dalam kehidupan sehari-hari adalah pengulangan. Doa sebelum tidur, doa bangun tidur, doa masuk toilet, doa keluar toilet, doa sebelum makan, doa setelah makan, dan lain sebagainya. Itu semua diulang-ulang setiap melakukan hal yang sama.

Selama masa pandemi saat ini, saya menjadi berkumpul bersama seluruh anggota keluarga. Kami shalat berjamaah di rumah, lima waktu. Kami membuat agenda berdzikir bersama, tiap pagi dan sore hari. Dengan dzikir yang sama. Kami ulang-ulang setiap hari. Inilah afirmasi itu. Usaha untuk membuat kami menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Menulis Kebaikan

Maka positifkan senantiasa tulisan Anda.  Rutinlah menulis –dengan tema apapun—yang positif. Rutinlah menulis, dalam jenis apapun, fiksi maupun nonfiksi, pastikan semua isi tulisan Anda positif.

Dengan cara itu, secara kontinyu, setiap hari, Anda mengulang-ulang memasukkan kata-kata kebaikan dalam diri Anda, melalui tulisan. Hal ini akan membuat semakin lama kebaikan akan semakin kuat tertanam dalam diri Anda.

Menurut Remez Sasson, afirmasi bukan hanya terkait dengan hal-hal sederhana dan sepele. “Affirmations are very useful for building new habits, making positive changes in one’s life, and for achieving goals”, ujar Sasson. Afirmasi sangat berguna untuk membangun kebiasaan baru, membuat perubahan positif dalam hidup seseorang, dan untuk mencapai tujuan

Sayangnya, banyak orang yang membiarkan dirinya berada dalam afirmasi negatif. Kadang, dengan alasan mengungkap realitas kehidupan, sebagian penulis cenderung mengeksplorasi hal-hal negatif. Benar bahwa realitas kehidupan ada sisi positif dan negatif. Ada hal baik dan buruk. Namun kita bisa memilih, akan melakukan afirmasi posisitf atau negatif.

“Most people repeat in their minds negative words and statements concerning the negative situations and events in their lives, and consequently, create more undesirable situations”, ujar Sasson. Kebanyakan orang mengulang dalam pikiran mereka kata-kata dan pernyataan negatif mengenai situasi dan peristiwa buruk dalam hidup mereka. Akibatnya, menciptakan situasi yang lebih buruk lagi.

Inilah yang akan terjadi, apabila kita memilih selalu menulis hal-hal buruk. Instal yang akan terjadi, juga keburukan. Tentu saja kita memilih hidup secara positif. Maka positifkan hidup Anda dengan menulis hal-hal positif. Agar terinstal kebaikan dalam kehidupan.

Bahan Bacaan

Remez Sasson, Positive Affirmations Can Improve Your Life, www.successconsciousness.com

 38 kali dilihat

3 Komentar

  • Fria nella

    Bismillahhirrahmanirrahim

    Terbentuknya sebuah nilai positif dimulai dari yang sederhana tapi selalu di kerjakan. Seperti membaca kitab suci Al Qur’an bagi yang beragama Islam ada yang khatam 3 hari sebanyak 30 juz, ada yang khatam 1 bulan sekali berarti sehari baca 1 juz, ada yang setiap hari baca Al Qur’an tapi tentu jumlah juz yang dibaca.

    Kecepatan yang tak di sangka akan terjadi bila ada tekad yang kuat untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
    Allah SWT akan menambah nikmat bagi hamba-Nya apabila dia bersyukur.
    Alhamdulillah

    Syukron pak Cah
    Jazakallahu Khairan

  • Fria nella

    Bismillahhirrahmanirrahim

    Terbentuknya sebuah nilai positif dimulai dari yang sederhana tapi selalu di kerjakan. Seperti membaca kitab suci Al Qur’an bagi yang beragama Islam ada yang khatam 3 hari sebanyak 30 juz, ada yang khatam 1 bulan sekali berarti sehari baca 1 juz, ada yang setiap hari baca Al Qur’an tapi tak tentu jumlah juz yang dibaca.

    Kecepatan yang tak di sangka akan terjadi bila ada tekad yang kuat untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
    Allah SWT akan menambah nikmat bagi hamba-Nya apabila dia bersyukur.
    Alhamdulillah

    Syukron pak Cah
    Jazakallahu Khairan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *