Positive Writing

Menulis Meningkatkan Kepercayaan Diri

.

Writing for Wellness – 35

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Writing can increase both personal relevance and confidence” –Judy Willis, 2011

.

Salah satu persoalan dalam diri seseorang adalah rasa rendah diri atau minder. Seorang siswa bisa minder karena terus menerus dibully oleh teman-temannya. Bisa juga merasa rendah diri dalam pergaulan karena prestasi akademik yang di bawah rata-rata. Atau merasa minder karena latar belakang keluarga.

Apapun sebab yang membuat seseorang merasa rendah diri, akan berdampak pada kehidupan pribadi dan sosialnya. Dalam pembelajaran di sekolah, siswa yang minder akan semakin tertekan dan kesulitan mengikuti pelajaran. Rasa minder karena tidak menguasai pelajaran tertentu, menyebabkan dirinya semakin tidak nyaman dengan pelajaran itu.

Menulis Mampu Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Seperti telah saya posting sebelumnya, studi yang dilakukan Judy Willis (2011) menemukan pengaruh menulis untuk membantu pembelajaran Sains dan Matematika. Rupanya, dua mata pelajaran ini sering menjadi momok bagi banyak siswa.

Rasa khawatir mendapatkan bullying saat salah menjawab pertanyaan, semakin membuat siswa tidak akrab dengan Sains dan Matematika. Ternyata dengan teknik menulis, siswa lebih mudah belajar Sains dan Matematika. Ada pemahaman yang lebih terbuka dan mendetail, saat menuliskan pelajaran tersebut.

Sains dan Matematika tidak ditangkap semata sebagai semata hafalan angka dan rumus, namun dengan menulis siswa mampu memahami konsep yang utuh. Studi Judy Willis juga menemukan bahwa menulis dapat meningkatkan relevansi dan kepercayaan diri siswa. Relevansi diri muncul ketika siswa dapat menulis untuk kreativitas dan ekspresi pribadi.

Menilik pentingnya pemahaman yang menyeluruh melalui menulis, wajar jika Willis menyarankan agar menulis digabungkan dalam pembelajaran dan penilaian Sains serta Matematika. Hal ini memberikan peningkatan peluang untuk menghasilkan situasi yang ideal untuk pembelajaran.

Siswa bisa diminta menulis tentang keberhasilan yang pernah dicapai sebelumnya, ini bisa meningkatkan kepercayaan diri. Menulis keberhasilan telah memberikan kepada mereka kesempatan untuk mengenali kemajuan diri sendiri dari waktu ke waktu. Guru juga dapat meminta siswa menulis tanggapan mereka untuk pembelajaran yang mereka ikuti. Ini bagian yang mebuat siswa lebih memiliki percaya diri.

Studi Judy Willis menemukan bahwa menulis dapat meningkatkan relevansi dan kepercayaan diri siswa.

Berlaku Dalam Banyak Bidang Kehidupan

Peningkatan rasa percaya diri bukan hanya terjadi dalam konteks pembelajaran Sains dan Matematika. Studi yang dilakukan oleh Reni Susanti dan Sri Supriyantini (2013) dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau, meneliti tentang pengaruh menulis ekspresif terhadap penurunan tingkat kecemasan mahasiswa.

Reni dan Sri meneliti kecemasan yang terjadi pada mahasiswa saat mereka harus tampil berbicara di depan umum. Rasa tidak percaya diri sering kali justru membuat kegagalan saat tampil di hadapan publik.

Studi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner mendapatkan kesimpulan, bahwa menulis ekspresif mampu memberikan peningkatan kepercayaan diri, self-esteem, dan positive self-talk. Melalui menulis ekspresif, rasa kecemasan bisa ditekan, sehingga muncullah percaya diri yang melahirkan kemampuan berbicara di depan publik.

Seorang mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya melakukan penelitian tentang menulis ekspresif, dalam rangka tugas skripsi. Mohd Riddwan Bin Samsuddin (2018) meneliti pengaruh menulis ekspresif dalam meningkatkan rasa percaya diri seorang mahasiswi.

Ia mendapatkan kesimpulan bahwa terapi menulis terbukti mampu meningkatkan self confidence.  Sebanyak 81% dari gejala yang dialami sudah mengalami perubahan, ini bisa dilihat melalui aktivitas yang konseli lakukan setelah proses terapi.

Beberapa studi tersebut –dengan berbagai sisi yang dijadikan objek penelitian, telah memberikan kesamaan kesimpulan global. Bahwa menulis bisa menjadi terapi untuk mengatasi rasa minder atau rendah diri. Dengan menulis ekspresif secara terprogram, rasa rendah diri bisa dihilangkan, dan rasa percaya diri bisa ditingkatkan.

Dengan menulis ekspresif secara terprogram, rasa rendah diri bisa dihilangkan, dan rasa percaya diri bisa ditingkatkan.

Selamat menulis, selamat berkarya.

Bahan Bacaan

Judy Willis, The Brain-Based Benefits of Writing for Math and Science Learning, 11 Juli 2011, https://www.edutopia.org/

Mohd Riddwan Bin Samsuddin, Terapi Menulis dalam Meningkatkan Self Confidence Seorang Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya, Fak Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018, http://digilib.uinsby.ac.id

Reni Susanti, Sri Supriyantini, Pengaruh Expressive Writing Therapy Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Berbicara di Muka Umum Pada Mahasiswa, Jurnal Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Vol 9 No 2 (2013), http://ejournal.uin-suska.ac.id

.

Ilustrasi : https://medium.com/

 4 kali dilihat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *