Positive Writing

Menulis Meningkatkan Kepuasan Pernikahan

.

Writing for Wellness – 42

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Individuals who use more positive affective language are more likely to report higher marital satisfaction” –Rachel B. Williams, 2014

.

Manusia telah mengenal penikahan dan keluarga sejak awal keberadaannya di muka bumi. Menikah adalah peristiwa sakral, yang menyatukan laki-laki dan perempuan dalam ikatan suci. Santrock (2002) menyatakan, pernikahan adalah penyatuan dua pribadi yang unik, dengan membawa pribadi masing-masing berdasar latar belakang budaya serta pengalamannya.

Salah satu indikator dalam pernikahan adalah tercapainya kepuasan pernikahan. Duval dan Miller (1985) menyatakan, kepuasan pernikahan adalah perasaan subjektif akan kebahagiaan, kepuasan dan pengalaman menyenangkan yang dialami oleh masing-masing pasangan suami istri dengan mempertimbangakan keseluruhan aspek dalam pernikahan.

Olson, Defrain dan Skogran (2010) menyatakan, kepuasan perkawinan adalah perasaan subjektif dari pasangan suami istri mengenai perasaan bahagia, puas, dan menyenangkan terhadap perkawinan mereka secara menyeluruh. Semakin baik nilai kepuasan perkawinan, semakin baik pula kehidupan pribadi dan keluarga.

Sayangnya, sangat banyak pasangan yang mengalami ketegangan dan berbagai persoalan rumit dalam kehidupan perkawinan. Dampaknya, mereka memiliki nilai kepuasan perkawinan yang rendah. Kehidupan berumah tangga tidak bisa mereka nikmati dan tidak memberikan nilai kepuasan bagi suami maupun istri.

Menulis Ekspresif untuk Meningkatkan Kepuasan perkawinan

Menulis menyediakan cara simbolis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan emosi seseorang. Melalui tulisan, makna diciptakan untuk membantu memahami situasi dan interaksi. Pada tahun 2014, Rachel B. Williams melakukan studi yang meneliti hubungan penulisan ekspresif dengan kepuasan pernikahan

Penelitian dirancang menggunakan Linguistic Inquire and Word Count (LIWC) untuk menganalisis sampel tulisan dari partisipan, dan Indeks Kepuasan Pasangan (CSI) untuk mengukur kepuasan pernikahan. Untuk lebih memahami hubungan antara menulis dan kepuasan pasangan, penelitian ini difokuskan pada pasangan yang telah menikah.

Menggunakan pendekatan diadik yang memungkinkan dapat menganalisa efek terhadap pasangannya, penelitian ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk menguji hubungan antara penggunaan kata ganti orang pertama (tunggal dan jamak) dan kepuasan pernikahan. Kedua, untuk menguji hubungan antara penggunaan bahasa afektif (positif dan negatif) dan kepuasan perkawinan.

“The results from this study indicate that individuals who use more first person plural pronouns (e.g., we) are more likely to report higher marital satisfaction. This indicates that individual perceptions of couple togetherness are related to higher marital satisfaction” –Rachel B. Williams, 2014

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang menggunakan lebih banyak kata ganti orang pertama jamak (misalnya, kami) lebih cenderung melaporkan kepuasan pernikahan yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi individu tentang kebersamaan pasangan berhubungan dengan kepuasan pernikahan yang lebih tinggi.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa individu yang menggunakan bahasa afektif yang lebih positif lebih cenderung melaporkan kepuasan pernikahan yang lebih tinggi. Selain itu, individu yang pasangannya menggunakan bahasa afektif yang lebih positif lebih cenderung melaporkan kepuasan pernikahan yang lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa pengaruh positif dalam hubungan terkait dengan kepuasan yang lebih tinggi untuk kedua pasangan.

Studi lanjut dilakukan Rachel B. Williams bersama Scot M. Allgood dan Ryan B. Seedall, di tahun 2019. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara kepuasan pernikahan dan penggunaan kata ganti jamak orang pertama (we, us, our, ours), bahasa afektif positif, dan indikator linguistik kemarahan.

Penemuan menunjukkan bahwa tulisan ekspresif dapat menjadi indikator penting mutualitas pasangan, kemampuan untuk mengatur emosi positif, dan proses afektif negatif, seperti kemarahan. Hasil ini telah menguatkan studi serupa sebelumnya. Menulis ekspresif terbukti mampu meningkatkan kepuasan perkawinan.

Menulis Ekspresif Pada Keluarga Militer

Keluarga militer aktif, sering mengalami keterpisahan karena tugas. Misalnya, karena suami atau istri yang berstatus militer, ditempatkan di negara lain dalam jangka waktu yang lama. Mereka terpaksa berpisah dengan pasangan dan keluarga, demi tugas negara.

Pada tahun 2011, Jenna L. Baddeley bersama James Pennebaker melakukan studi untuk menguji intervensi penulisan ekspresif terhadap 102 militer Amerika yang bersatu kembali dengan pasangannya, setelah penempatan di Irak atau Afghanistan. Mereka sempat terpisah jarak dan waktu karena tugas kedinasan.

Dalam penelitian ini, tentara dan pasangan ditugaskan untuk menulis tentang hubungan mereka pada tiga kesempatan dalam satu hari. Partisipan diminta menyelesaikan sejumlah langkah adaptasi perkawinan sebelum menulis, satu bulan dan enam bulan setelah intervensi menulis.

Hasil studi menunjukkan, tentara yang melakukan menulis ekspresif, mendapatkan peningkatan kepuasan perkawinan bersama pasangan pada bulan berikutnya.  Terutama untuk tipe tentara yang memiliki eksposur pertempuran yang tinggi.

Hasil studi inipun sejalan dengan studi setelahnya yang dilakukan oleh rachel Williams. Bahwa menulis ekspresif mampu meningkatkan kepuasan perkawinan.

Selamat menulis, selamat menikmati kebahagiaan perkawinan.

Bahan Bacaan

David Olson, John DeFrain, Linda Skogrand, Marriages and Families: Intimacy, Diversity, and Strengths, New York, McGraw-Hill, 2010

Evelyn M. Duvall, Brent C. Miller, Marriage and Familiy Development, New York, Harper & Row Publisher, 1985

Jenna L. Baddeley, James Pennebaker, A Postdeployment Expressive Writing Intervention for Military Couples: a Randomized Controlled Trial, DOI : 10.1002/jts.20679, September 2011, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov  

John W. Santrock, Essentials of Life-span Development, New York, McGraw-Hill, 2002

Rachel B. Williams, Expressive Writing and Marital Satisfaction, 2014, https://digitalcommons.usu.edu

Scot M. Allgood, Ryan B. Seedall, Rachel B. Williams, Expressive Writing and Marital Satisfaction: A Writing Sample Analysis, https://doi.org/10.1111/fare.12416, 24 Desember 2019, https://onlinelibrary.wiley.com

 6 kali dilihat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *