Motivasi Menulis

Menulis, Mintalah Kerelaan Pasangan

Tips Farid Darwanto

Oeh : Cahyadi Takariawan

Ada sangat banyak inspirasi dari para peserta Kelas Menulis Online (KMO) Alineaku, Kelas Antologi, Wonderful Writing Class, Positive Writing Class dan berbagai kelas lainnya. Mereka memiliki kekhasan dalam melakukan proses kreatif menulis, cara menuangkan ide ke dalam tulisan, gaya bahasa, termasuk tips untuk bisa mendapatkan semangat menulis, dan lain sebagainya. Saya banyak mendapat ilmu dan inspirasi dari para peserta kelas menulis.

Pagi tadi, Jumat 5 Juni 2020, saya mendapatkan tips sangat hebat dari mas Farid Darwanto, salah seorang peserta KMO Alineaku Batch 30 / 2020, bagaimana dirinya bisa terpacu menulis setiap hari semenjak mengikuti KMO. Awalnya saya memberikan tantangan SHSB – Seratus Hari Satu Buku, dimana setiap hari selama seratus hari, penerima tantangan harus memposting satu tulisan di pagi hari dan satu tulisan di sore hari, di medsos masing-masing, sejumlah 900 hingga 1.000 karakter tiap postingan.

Namun saya surprise ketika mas Farid bisa menulis hingga 4.000 karakter setiap harinya. Ia bertanya apakah harus mengurangi? Tentu saja tidak. Jika dengan 2.000 karakter tiap hari program akan selesai dalam seratus hari, berarti jika bisa konsisten 4.000 karakter sehari, program akan terselesaikan dalam 50 hari saja. Sudah bisa membuat buku setebal 200 halaman, dalam 50 hari. Ini  berarti melipat waktu yang saya tantangkan, menjadi setengahnya. Luar biasa.

Muncullah banyak pertanyaan dari teman-teman di grup chat, bagaimana Mas Farid yang menyatakan sudah lama tidak menulis, lalu sekarang bisa “nge-gas pol” seperti itu? Nah, jawabannya yang membuat saya surprise. Singkat saja dia menjawab di grup, hanya satu paragraf, namun sangat mengena, dan bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Jika saya buat dalam beberapa poin, maka tips menulis ala mas Farid Darwanto adalah:

  • Meminta kerelaan pasangan

Tips yang pertama kali, “Saya izin dulu sama istri, bahwa saya ingin jadi penulis”, ujar mas Farid. Ini luar biasa, karena biasanya seorang suami meminta izin kepada istri untuk sesuatu yang sangat “besar”, seperti misalnya akan maju menjadi calon bupati, calon walikota, calon gubernur, dan lain sebagainya. Namun mas Farid meminta izin kepada istri untuk menjadi penulis ! Luar biasa. Ini menunjukkan kesungguhan dan keseriusan beliau untuk menjalani ‘profesi’ sebagai penulis.

Langkah ini sekaligus menunjukkan seberapa besar mas Farid memberi makna untuk aktivitas menulis. Baginya, menulis memiliki makna yang besar dan penting, sehingga perlu meminta izin dan meminta kerelaan dari pasangan untuk menjalaninya. “Minta waktu kepada orang tercinta kita —yaitu istri”, lanjutnya. Ini sungguh serius, karena begitu mas Farid sibuk menulis, berarti mengurangi waktu beliau untuk istri dan anak-anak.

Biasanya mas Farid memiliki sejumlah waktu tertentu untuk keluarga, namun karena harus menulis setiap hari maka ada alokasi waktu yang berubah. Langkah untuk “minta waktu” ini menjadi serius, karena waktu untuk istri akan terkurangi, sehingga perlu diminta kerelaannya. Jika istri tidak rela waktunya terkurangi, tentu akan menjadi persoalan bahkan hambatan tersendiri untuk aktivitas menulis yang beliau lakukan.

FARID DARWANTO
  • Membangun kesepahaman dengan pasangan

Tips berikutnya, “Setelah paham kita itu pegang HP atau laptop bukan iseng-iseng semata tapi memang ada tujuannya yang positif”, ujar mas Farid. Ini rupanya alasan penting, mengapa harus minta izin dan kerelaan istri untuk menjadi penulis. Jika selama ini mas Farid banyak beraktivitas sosial bersama para petani, untuk pemberdayaan, lalu sekarag tiba-tiba banyak pegang HP dan buka laptop untuk menulis, bisa menjadi pemicu konflik dengan istri kalau tidak ada kesepahaman.

Yang saya bayangkan, mas Farid akan berdiskusi dengan istri, menjelaskan maksud dan tujuan mengapa dirinya ingin menjadi penulis, dan bergabung dengan komunitas penulis. Dengan langkah ini, istri menjadi paham, mengapa dirinya banyak menulis baik di HP ataupun laptop. Pengertian dari istri, akan membuat semua aktivitas menulis menjadi lancar, tidak dicurigai, tidak disalahpahami.

Wajar jika mas Farid bisa nge-gas menulis dan menghasilkan 4.000 karakter setiap hari —di saat masih banyak teman satu batch yang bingung akan menulis apa setiap harinya. Andai saja aktivitas menulis itu dipersoalkan istri, atau dicurigai, tentu membuat mas Farid tidak akan bisa konsentrasi menulis. Bahkan menulis bisa menyebabkan konflik dalam keluarga.

  • Tulis kisah kebahagiaan bersama pasangan

Tips berikutnya, “Sempatkan nulis tentang kisah terindah bersama mereka supaya mereka juga menikmati hasil tulisan kita”, ujar mas Farid. Ini tips yang sangat simpatik. Agar bisa mendapatkan dukungan dari pasangan, libatkan dirinya sebagai bagian dari inspirasi tulisan yang membahagiakan. Jika pasangan dilibatkan dalam kisah-kisah indah yang dibangun dalam tulisan, membuat dirinya merasa dihargai dan dimuliakan. Tentu saja ini akan menambah keharmonisan dan kebahagiaan dalam kehidupan berumah tangga.

Ini sesuatu banget bagi saya pribadi. Selama ini saya banyak berkonsentrasi pada tema-tema ketahanan keluarga. Tips yang disampaikan mas Farid sangat sesuai dengan tema yang biasa saya sampaikan. Menuliskan kebahagiaan bersama pasangan, akan mengikat dan menguatkan kebahagiaan mereka. Mengajak pasangan untuk terlibat atau minimal memahami kegiatan yang dilakukan, akan membuat mereka selalu harmonis dan bahagia. Ini rumus-rumus sederhana kebahagiaan keluarga.

  • Meminta dukungan dari pasangan

Tips berikutnya, “Minta dorongan semangat kepada orang tercinta kita”, ujar mas Farid. Dukungan pasangan akan lebih mudah didapatkan apabila mampu memposisikan istri dengan tepat, menghargai dan memuliakan istri. “Dengan sendirinya support dari mereka akan menggerakkan semangat kita menjadi berlipat”, tambahnya. Sangat indah apabila suasana seperti ini bisa didapatkan.

Saya membayangkan, mas Farid menulis dengan semangat karena mendapat support nyata dari istri tercinta. Bahkan saat sedang malas menulis, sang istri akan mendekati, mengingatkan dan menyemangatinya. “Ketika kita sedang lupa atau kurang sangat akan ada yang mengingatkan dan menyemangati”, tambahnya. Mungkin sang istri akan membuatkan teh panas atau kopi, sambil mengingatkan bahwa hari ini ia belum menulis sama sekali.

Waw, tips yang menggabungkan antara motivasi menulis dengan kebahagiaan hidup berumah tangga. Dengan cara itu, program menulis akan semakin lancar, dan bunga-bunga kebahagiaan keluarga akan semakin mekar. Anda tertarik? Coba lakukan, dan lihat apa yang akan terjadi.

 2 kali dilihat

15 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *