Positive Writing

Menulis untuk Meningkatkan Kapasitas Working Memory

Writing for Wellness – 77

Oleh : Cahyadi Takariawan

Ada berapa banyak buku pernah Anda baca dalam satu bulan? Ada berapa bagian dari buku tersebut yang Anda ingat? Ada berapa kejadian yang Anda alami dalam satu bulan? Ada berapa detail kejadian yang Anda ingat?

Mengapa ada orang yang sangat mudah menghafal berbagai hal? Mengingat nama orang, mengingat alamat, mengingat peristiwa, mengingat pelajaran, mengingat ayat-ayat Al-Qur’an, mengingat hadits, mengingat pesan ulama, mengingat pesan guru, dan lain-lain. Sementara ada banyak orang lainnya yang sangat cepat melupakan segala sesuatu?

Jawabannya adalah karena perbedaan kapasitas memori kerja (working memory) pada setiap manusia. Apa itu working memory?

Mengenal Konsep Working Memory

Dalam pembahasan psikologi umum dan psikologi kognitif, terdapat pembahasan tentang memori, yaitu ingatan. Pada dasarnya, memori manusia terbagi menjadi dua macam. Ada long term memory atau memori jangka panjang, dan short term memory atau memori jangka pendek. Dalam psikologi kognitif, pada memori jangka pendek terdapat pula memori kerja, atau yang disebut working memory At-Tamimy (2015)

Working memory atau memori kerja adalah sebuah memori yang mampu menyimpan informasi selama beberapa menit hingga beberapa jam kemudian. Working memory adalah memori jangka pendek, yang memproses semua informasi ke dalam ‘single store’ dan memiliki sistem yang berbeda untuk setiap informasi yang berbeda (Baddeley dan Hitch, 1974).

Penelitian terkait working memory yang dilakukan George Miller (1956) menemukan “magical number seven”. Miller mengemukakan bahwa manusia mampu mengingat sekitar tujuh item. Miller menggunakan istilah “Chunk” untuk menggambarkan dasar-dasar short-term memory. Chunk merupakan unit memori yang terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan satu dengan lainnya.

Kapasitas memori jangka pendek dapat ditingkatkan dengan proses yang disebut sebagai “chunking”. Penelitian terdahulu tentang short-term memory capacity menunjukkan, materi yang tersimpan dalam memori jangka pendek, dalam waktu kurang dari satu menit akan terlupakan.

Menurut Saul McLeod (2009), memori jangka pendek memiliki tiga ciri utama. Pertama, kapasitas terbatas, hanya sekitar 7 item yang dapat disimpan dalam satu waktu. Kedua, durasi terbatas, penyimpanan informasi sangat rentang dan dapat hilang karena gangguan atau berlalunya waktu (3) pengkodean, terutama akustik, bahkan menerjemahkan informasi visual menjadi suara.

“Short term memory has three key aspects. (1) limited capacity. Only about 7 items can be stored at a time (2) limited duration. Storage is very fragile and information can be lost with distraction or passage of time (3) encoding. Primarily acoustic, even translating visual information into sounds” – Saul McLeod (2009)

Pada dasarnya, informasi yang tersimpan dalam memori jangka pendek bersifat sangat rentan, dan bisa hilang sekitar 30 detik kecuali jika diulang-ulang. Maka menghafal sesuatu, akan mampu meningkatkan ingatannya. Misalnya, menghafalkan Al-Qur’an secara berulang-ulang, akan mampu meningkatkan working memory. Al-Qur’an akan cenderung terseimpan dalam memori jangka panjang.

Memori kerja bisa berfungsi untuk memperbaharui informasi dan juga mengubah informasi yang diterima oleh otak. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan yang cukup besar antara memori kerja dengan kemampuan kognitif seseorang. Artinya, jika seseorang memiliki memori kerja yang baik, orang tersebut memiliki kemampuan kognitif yang baik pula (At-Tamimy, 2015).

Apabila proses menyimpan informasi yang dilakukan oleh memori kerja bisa terjadi dengan baik, maka memungkinkan informasi tersebut masuk ke dalam memori jangka panjang. Dengan demikian seseorang memiliki ingatan yang sangat baik, karena berbagai informasi disimpan dalam memori jangka panjang.

Menulis Ekspresif untuk Meningkatkan Working Memory

Ada banyak cara untuk meningkatkan kapasitas working memory. Proses menghafalkan Al-Qur’an yang dilakukan banyak santri, adalah cara meningkatkan kapasitas working memory. Demikian pula para penghafal Hadits, penghafal syair, penghafal cerita, dan lain sebagainya.

Zaman dulu, orang tua saya menghafalkan hitungan matematika. Ini juga metode meningkatkan kapasitas working memory. Di antara cara meningkatkan kapasitas working memory adalah melalui proses menulis ekspresif.

Kitty Klein dan Adriel Boals (2001) melakukan studi pengaruh pengungkapan emosional melalui tulisan ekspresif terhadap kapasitas memori kerja (working memory). Penelitian tersebut dilakukan selama dua semester.

Dalam studi di semester pertama, 35 mahasiswa baru ditugaskan untuk menulis tentang pemikiran dan perasaan mereka setelah masuk ke perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan memori kerja yang lebih besar, dalam kurun 7 pekan kemudian, dibandingkan dengan 36 mahasiswa baru yang ditugaskan untuk menulis dengan topik umum.

Dalam studi pada semester kedua, 34 mahasiswa ditugaskan menulis tentang pengalaman pribadi yang negatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan working memory yang lebih besar, disertai penurunan pemikiran intrusif, dibandingkan dengan 33 mahasiswa yang menulis tentang pengalaman positif, atau 34 mahasiswa lainnya yang menulis dengan topik umum.

Hasil penelitian dibahas dalam kerangka model yang didasarkan pada teori psikologi kognitif dan sosial. Klein dan Boals menyimpulkan, tulisan ekspresif mampu mengurangi pemikiran yang mengganggu, sehingga membebaskan ‘muatan’ working memory. Dengan demikiran, kapasitas working memory menjadi meningkat.

Selamat menulis, selamat menikmati kebahagiaan.

Bahan Bacaan

Kitty Klein, Adriel Boals, Expressive Writing can Increase Working Memory Capacity, DOI: 10.1037/0096-3445.130.3.520, Oktober 2001, https://www.researchgate.net 

Muhammad Fikri At-Tamimy, Meningkatkan Working Memory (Memori Kerja) dengan Cara Menghafal Al-Qur’an, 24 Juni 2015, www.kompasiana.com 

Saul McLeod, Short Term Memory, 2009, https://www.simplypsychology.org

 18 kali dilihat

2 Komentar

  • Maryati

    Pengalaman negatif, langsung lengket dihati. Sehingga tersimpan dimemory cukup lama. Trauma bisa diceritakan menjadi menari

  • Nindyah

    MasyaAllah, ilmu baru ini Pak. Selama ini saya lebih suka meminta siswa untuk menuliskan pengalaman yang menyenangkan. Ternyata menuliskan pengalaman yang tidak menyenangkan lebih bermanfaat, ya. Jazakallahu khairan katsira Pak Cah .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *