Positive Writing

Menulis untuk Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

.

Writing for Wellness – 47

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Menurut WHO, sehat mental adalah kondisi individu yang yang berada dalam keadaan sejahtera, mampu mengenal potensi dirinya, mampu menghadapi tekanan sehari-hari, dan mampu berkontribusi di lingkungan sosialnya. Selama masa pandemi Covid-19, banyak kalangan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mental. Pandemi telah memunculkan sejumlah stres.

Sangat banyak jenis stres yang dimunculkan selama pandemi. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, stres yang muncul selama masa pandemi Covid-19 dapat berupa:

1. Ketakutan dan kecemasan mengenai kesehatan diri maupun kesehatan orang lain yang disayangi

2. Perubahan pola tidur dan / atau pola makan

3. Sulit tidur dan konsentrasi

4. Memperparah kondisi fisik seseorang yang memang memiliki riwayat penyakit kronis dan / atau gangguan psikologis

5. Penggunaan obat-obatan (drugs)

Tentu saja masih banyak jenis kecemasan yang lain, misalnya terkait dengan tenaga kesehatan yang berjuang di rumah sakit untuk membantu pasien Covid-19, dan lain sebagainya. Termasuk para atlet yang dilanda kecemasan terkait perubahan jadwal berlatih maupun pembatalan pertandingan, yang bisa memengaruhi semangat mereka.

Empat Aktivitas Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (2020) merilis empat jenis aktivitas yang dapat menjaga kesehatan mental selama masa pandemi Covid-19.

Pertama adalah mindfulness. Yang dimaksud dengan mindfulness adalah suatu kondisi di mana pikiran, perasaan, dan tubuh kita berada pada saat ini, tidak mengembara ke masa lalu maupun masa depan, serta non-judgemental.

Kedua adalah expressive writing. Yang dimaksud dengan expressive writing adalah aktivitas merefleksikan pikiran dan perasaan yang Anda alami selama masa pandemi ke dalam bentuk tulisan.

Ketiga adalah guided imagery. Pejamkam mata, lalu bayangkan sesuatu yang menyenangkan, dengan berbagai modalitas seperti visual, auditori, dan kinestetik untuk membantu meningkatkan imajinasi. Meskipun kenyamanan ini bersifat jangka pendek, namun guided imagery bisa menjadi pertolongan pertama psikologis dalam menanggulangi kecemasan berlebih.

Keempat adalah self-talk. Berbicaralah kepada diri sendiri dengan kalimat positif. Perlu diketahui bahwa emosi cenderung dipengaruhi oleh pikiran kita, yang mana pikiran kita sangat tergantung dari bagaimana kita menafsirkan suatu peristiwa. Penting untuk kita memperbaiki kembali apa yang menjadi isi pikiran, karena pikiran yang positif akan meningkatkan kualitas emosi dan perasaan.

Menulis Ekspresif untuk Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19

Emma Stone, bintang film Hollywood dan pemenang Oscar, yang berupaya membantu kaum muda mengatasi krisis Covid-19, melakukan kampanye untuk mendukung perjuangan selama masa pandemi. “Banyak dari kita menghadapi isolasi, kecemasan, dan ketidakpastian selama krisis Covid-19 ini”, ujar Emma Stone.

“Something I really like to do when I’m struggling with anxiety is a brain dump. What I do is just write down anything that I’m worried about” –Emma Stone, 2020

Stone menyarankan agar masyarakat melakukan ‘brain dump’, yaitu mengurangi beban-beban pikiran, dengan menulis. “Sesuatu yang sangat saya suka lakukan ketika berjuang menghadapi kecemasan adalah brain dump. Yang saya lakukan hanyalah menuliskan apa pun yang saya khawatirkan,” ujarnya.

“Saya hanya menulis dan menulis dan menulis dan saya tidak memikirkannya dan saya tidak membacanya kembali. Ini sangat sangat membantu bagi saya untuk menuangkan semuanya di atas kertas,” ujar Stone.

“I just write and write and write and I don’t think about it and I don’t read it back. I find it’s really, really helpful for me to get it all out on paper” –Emma Stone, 2020

Tempo Institute (2020) menyatakan bahwa menulis ekspresif sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental. Di antaranya, menulis ekspresif bisa meredakan ketegangan, dan menghadirkan ketenangan serta kebahagiaan.

Hal sama telah dilontarkan oleh Domtar dalam blog www.csrwire.com (2020) yang menyatakan bahwa menulis ekspresif sangat baik untuk kesehatan mental. Maka sangat relevan apabila menulis ekspresif menjadi salah satu pilihan alternatif intervensi untuk menjaga kesehatan mental selama masa pandemi.

Menulis Ekspresif untuk Menjaga Mentalitas Atlet

Paul A. Davis dan tim (2020) melakukan studi terkait kondisi atlet selama masa pandemi Covid-19. Mereka melihat, efek pandemi Covid-19 telah berdampak negatif pada kesehatan mental banyak atlet. Terdapat peningkatan laporan depresi serta gejala kecemasan dari para atlet.

Menurut pandangan Davis dan tim, gangguan pada jadwal pelatihan dan kompetisi dapat menyebabkan tekanan emosional atlet. Ditambah lagi dengan pembatasan kegiatan yang diberlakukan oleh pemerintah telah berdampak mengurangi ketersediaan dukungan sosial dan emosional terhadap para atlet.

Written Emotional Disclosure (WED) atau pengungkapan emosional secara tertulis, telah digunakan secara luas dalam berbagai bentuk, sebagai cara untuk pengelolaan sisi emosional. Protokol penulisan ekspresif telah digunakan sampai batas tertentu, dalam konteks olahraga dan terutama untuk mendukung pemrosesan emosional atlet selama rehabilitasi cedera.

Davis dan tim merekomendasikan agar menerapkan terapi dengan menulis ekspresif, untuk meningkatkan kesehatan mental atlet dan mendukung kembalinya mereka ke kompetisi. Telah banyak penelitian sebelumnya, yang menunjukkan kemanjuran protokol penulisan ekspresif untuk menjaga mentalitas.

Davis dan tim berusaha menguraikan bagaimana masing-masing mekanisme menulis ekspresif dapat mengatasi kompleksitas multidimensi dari keadaan yang timbul dari pandemi Covid-19. Misalnya terkait dengan kehilangan penghasilan pada atlet, kembali ke pelatihan dan melakukan kompetisi.

Selamat menulis, selamat menikmati kesehatan mental.

Bahan Bacaan

Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Coping with Stress, 22 Januari 2021, https://www.cdc.gov

Chris Gardner, Emma Stone Shares Mental Health Advice Amid Coronavirus Outbreak: “Write and Write and Write”, 1 Mei 2020, https://www.hollywoodreporter.com

Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Tetap Sehat Mental selama Masa Pandemi COVID-19, 2020, https://psikologi.unair.ac.id/

Domtar, Expressive Writing Is Good for Your Mental Health, 27 Februari 2020, https://www.csrwire.com

Paul A. Davis dkk, Written Emotional Disclosure Can Promote Athletes’ Mental Health and Performance Readiness During the COVID-19 Pandemic, DOI: 10.3389/fpsyg.2020.599925, 27 November 2020, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov

Tempo Institute, Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental, Bikin Lebih Bahagia! 26 Agustus 2020, https://blog.tempoinstitute.com

.

Ilustrasi : Domtar, Expressive Writing Is Good for Your Mental Health, 27 Februari 2020, https://www.csrwire.com

 12 kali dilihat

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *