Habit Menulis

Tantang Diri Sendiri untuk Produktif Menulis

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

Challenges in your life are the only way you grow. They help refine your edges and give you more depth – Rebecca Graf, 2018

.

Untuk menjadi penulis produktif, Anda harus menantang diri sendiri. Anda memerlukan tantangan, dan Anda sendiri yang harus membuatnya. Tidak perlu menunggu lomba atau sayembara. Sebab Anda tidak harus menang dari orang lain.

Anda cukup menang dalam menaklukkan tantangan yang Anda buat sendiri. Ini artinya Anda akan selalu tumbuh setiap saat. Tantangan akan membuat Anda terpacu, terus belajar, menemukan cara, menyelesaikan persoalan dan semakin bergairah.

Seperti yang dinyatakan oleh Rebecca Graf (2018), “Challenges in your life are the only way you grow. They help refine your edges and give you more depth”. Menurut Graf, tantangan dalam hidup adalah cara agar Anda selalu bertumbuh. Tantangan membantu memperluas batas Anda, serta memberi Anda lebih banyak kedalaman.

Pertama, Tantang dengan Peningkatan Statistik Tulisan Setiap Hari

Anda bisa menantang diri sendiri untuk bertumbuh kemampuan memproduksi tulisan setiap hari. Jika selama ini Anda telah rutin menulis 100 kata setiap hari, tantanglah diri Anda untuk menulis 200 kata setiap harinya. Jika Anda sudah biasa menulis 1.000 karakter tiap hari, tantanglah untuk menulis 2.000 karakter.

Untuk jumlah peningkatan setiap hari, tentu harus disesuaikan dengan kemampuan Anda masing-masing. Jangan menantang dengan sesuatu yang sangat mudah, namun juga jangan menantang dengan hal-hal yang menyulitkan. Misalnya, jika telah terbiasa menulis 100 kata tiap hari, jangan hanya menantang dengan 110 kata tiap hari. Namun juga jangan menantang dengan 1.000 kata setiap hari.

Kedua, Tantang dengan Jumlah Poin Pembahasan

Saya suka menantang diri sendiri dengan jumlah poin pembahasan yang hendak saya tuliskan. Misalnya, ketika menulis tema Karakter Suami Ideal di Kompasiana, saya mengawali dengan pernyataan, “Saya akan menyampaikan sepuluh karakter suami ideal, yang akan saya posting bagian demi bagian di rubrik ini”.

Kemudian saya menulis karakter pertama, dan saya posting di Kompasiana. Maka akhirnya banyak komentar pembaca yang menyatakan menunggu postingan berikutnya. Ini tentu sangat menantang saya. Harus bisa menyelesaikan 10 poin pembahasan tentang karakter duami ideal.

Saya harus membaca banyak referensi untuk mencari karakter suami ideal seperti apa saja. Saya harus berhasil menuliskannya dalam 10 poin pembahasan, sebagaimana yang telah saya sampaikan di awal tulisan. Alhamdulillah, berhasil menemukan dan menuliskan 10 karakter tersebut.

Itu juga yang saya lakukan saat menulis 10 karakter istri ideal di Kompasiana. Dengan cara yang sama, saya menantang diri sendiri. Maka saya harus banyak belajar, banyak membaca, banyak mencari referensi. Inilah cara bertumbuh.

Ketiga, Tantang dengan Kualitas

Anda juga bisa menantang diri sendiri dengan kualitas tulisan. Misalnya, selama ini Anda sudah rutin menulis kejadian sehari-hari. Anda merasa lancar dan tidak menemukan kesulitan. Di titik ini, jangan cepat puas. Tantang diri Anda sendiri dengan menghasilkan tulisan yang lebih berkualitas.

Misalnya, dari jenis tulisan yang sudah rutin Anda hasilkan, Anda harus bisa memberikan landasan teori yang bisa mendukung isi tulisan Anda. Artinya, Anda harus mencari referensi pendukung dari setiap tulisan Anda. Ini akan memaksa Anda untuk mencari rujukan yang sesuai, sekaligus memaksa Anda banyak belajar serta banyak membaca.

Dengan demikian, Anda bisa menghasilkan tulisan yang semakin berkualitas. Tidak semata-mata berisi curhat, namun ada ilmu yang bisa Anda berikan kepada pembaca. Anda akan banyak belajar, bagaimana curhat bisa dikembangkan menjadi tulisan yang memberi ilmu kepada pembaca, karena ada rujukan teoritik yang dimasukkan ke dalamnya.

Keempat, Tantang dengan Karya dan Produktivitas Nyata

Anda bisa menantang diri sendiri dengan menghasilkan buku mandiri. Jika selama ini Anda belum memiliki buku mandiri, maka tantang diri untuk memiliki minimal satu buku dalam kehidupan Anda. Hal ini akan memaksa Anda terpacu menulis, dan belajar berbagai sisi tentang bagaimana membuat buku.

Jika Anda sudah menulis buku mandiri, tantang diri untuk mewujudkan buku dalam satuan waktu tertentu. Misalnya, ikuti program SHSB (Seratus Hari Satu Buku), ini akan memaksa Anda untuk disiplin menghasilkan karya tulis dalam waktu tertentu. Anda juga bisa menarget misalnya, dalam satu tahun harus menghasilkan minimal tiga buku.

Ini adalah tantangan yang memacu syaraf kreativitas dan produktivitas Anda. Di saat yang sama, membuat Anda bekerja dengan lebih smart, karena ada tantangan yang harus ditaklukkan.

You have to tear muscle to build it. It is painful. It pushes beyond what you are comfortable with. That pushes you to grow physically. The same can be said about your writing, ujar Rebecca Graf.

“Anda harus merobek otot untuk membangunnya. Ini menyakitkan, karena melampaui batas yang membuat Anda merasa nyaman. Tantangan mendorong Anda untuk tumbuh secara fisik –hal sama bisa Anda berlakukan terhadap tulisan”, pesan Graf.

Selamat menantang diri sendiri.

Bahan Bacaan

Rebecca Graf, Writing Tip: Challenge Yourself, www.writingcooperative.com, 21 Juli 2018

 ·

 16 kali dilihat

3 Komentar

  • Falasifah Ani Yuniarti

    Alhamdulillah
    Terima kasih, Pak Cah. Saya jadi ingat, 99 hal yang ingin ditukiskan dulu. Mengapa tidak diwujudkan saja ya…

    Jazakallahu khair.

  • Khadijah Hasan

    Terima kasih Pak Cah atas inspirasinya. Saya tetap ingin melanjutkan program shsb saya kembali meskipun yang sekarang misalnya sudah kelar.

  • Fria nella

    Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
    Seorang penulis bisa menjadi lebih produktif bila dapat mengalahkan rasa tidak bisa untuk berbuat yang lebih baik.
    Jazakallahu khair pak Cah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *