Positive Writing

The Power of Positive Writing

Oleh : Cahyadi Takariawan

Positive Writing —tulisan positif— adalah tulisan yang dibuat dengan tujuan positif, konten positif, dan proses penulisan yang positif. Adakah tujuan yang negatif dalam menulis? Tentu saja ada. Misalnya tulisan yang menjelek-jelekkan dan menyerang pribadi seseorang, tanpa konfirmasi dan klarifikasi, untuk menjatuhkan citra seseorang, atau membunuh karakter seseorang. Ada pula tulisan yang berisi muatan emosi negatif dengan aneka sumpah serapah —tak bisa dibedakan antara karya tulis dengan tempat pembuangan sampah. Inilah negative writing.

Tulisan positif adalah tulisan atas dasar kebaikan (al-birru) dan takwa (at-taqwa) —-lawan dari tulisan atas dasar dosa (al-itsmu) dan permusuhan (al-udwan). Tulisan positif dibuat dengan niat ibadah, untuk mengajak, memotivasi, menginspirasi orang lain melakukan kebaikan. Tulisan positif diciptakan dengan proses yang positif —kondisi diri saat menulis, lahiriyah maupun batiniyah. Tulisan positif berisi konten yang positif, berpijak pada prinsip kebenaran, etik / kepatutan dan kebermanfaatan.

Tulisan positif lahir dari pikiran dan perasaan yang positif. Tulisan positif lahir dari kondisi emosi yang positif saat menulis. Tulisan positif dibuat dalam suasana yang positif. Tulisan positif lahir dari semangat yang positif. Sangat berbeda dengan tulisan negatif —-yang lahir dari banjir emosi negatif, lahir dari niat-niat jahat, lahir dengan cara-cara tidak terpuji dan menghalalkan segala cara. Tulisan positif mengenal batas dan rambu, tulisan negatif melabrak semuanya.

Dahsyatnya Positive Writing

Ada sangat banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari tulisan positif, sejak dari proses kreatif pembuatannya hingga publikasi.

  1. Melatih Diri Lebih Positif

Dengan menuliskan hal-hal positif, membuat diri terbiasa berpikir positif. Konten positif, akan memengaruhi penulisnya untuk selalu berada dalam keadaan positif sebagaimana isi tulisan. Maka menulis sekaligus memperbaiki kualitas diri secara konsisten.

“Learning to write down positive thoughts helps you to train your brain to think more positively. It’s like training a muscle: the more you exercise it, the stronger it becomes. The more you write down positive thoughts, the more you reinforce that there are positive things in your life and the happier you become” (Steve Aedy, 2015)

  • Melahirkan Habit yang Positif

Kebiasan-kebiasaan positif bisa lahir dari tulisan positif. Ini bukan saja untuk para pembaca, namun pertama kali adalah penulisnya. Seseorang bisa menjadi romantis karena sering menuliskan hal-hal romantis. Anda adalah apa yang Anda tulis.

“It’s an interesting habit to get into, especially in things like case studies and proposals where the standard format is problem first, then the solution and then the results. Next time you find yourself writing one of those, try starting on an optimistic note. You’ll find the result is positively awesome”. (Anelia Varela, 2013)

  • Tulisan Positif Menarik Hal-hal Positif Lainnya

Niat baik akan ketemu dengan niat baik lainnya. Jiwa yang baik akan menarik jiwa kebaikan lainnya. Amal baik akan mengajak amal baik lainnya. Demikian pula tulisan positif akan menarik hal-hal positif lainnya. Otak kita sangat dipengaruhi oleh apa yang kita input ke dalamnya.

“But more and more people are recognizing the power that our minds can have over what we get in life (and some scientists have even proven it in studies). When we see things in a positive light, they say, we tend to attract those things. And if I’m looking at it objectively, when I’m caught in one of my negative thinking patterns, I tend to see the negativity everywhere”. (Rachel Toalson, 2016)

  • Membangun Ketrampilan Hidup yang Positif

Tulisan positif, dimulai dari pikiran yang positif. Pikiran positif yang diwujudkan dan diekspresikan dalam tulisan, akan membangun kepribadian yang positif, dan ketrampilan hidup yang positif. Dengan demikian, kemanfaatan tulisan positif sangat panjang dan memiliki aspek yang luas.

“Positive thinking isn’t just a soft and fluffy feel–good term. Yes, it’s great to simply “be happy,” but those moments of happiness are also critical for opening your mind to explore and build the skills that become so valuable in other areas of your life”. (James Clear, 2020)

  • Pesan Diterima Lebih Baik

Ketika menulis dengan nada (tone) negatif, membuat pembaca merasa tidak nyaman. Sebaliknya, saat menulis dengan nada positif, akan lebih mudah dan nyaman diterima oleh pembaca. Pesan tulisan bisa sampai kepada pembaca secara lebih halus dan natural. Pembaca merasakan nyaman dengan pesan-pesan yang ada dalam tulisan positif.

“’Tone’ refers to the emotion or attitude that comes across in writing. In business letters, argument, other essays or general communication, creating a positive tone that conveys the message with amiable, heartfelt language typically results in a more favorable reader response. Writing with a positive tone requires attention to language, the opening, the organization and emphasis”. (Kristie Sweet, 2017)

  • Memberikan Motivasi Positif

Kejadian hidup dan kondisi yang negatif, bisa diolah menjadi tulisan yang positif. Suasana jengkel, marah, emosi, bisa diwujudkan dalam bentuk tulisan yang positif. Bencana, wabah, kepedihan hidup —semua bisa ditulis dengan cara positif. Maka semua kondisi bisa memberikan motivasi yang positif apabila ditulis dengan positif.

“Positive writing is uplifting, even if the topic is a dark one”. (Jordan Brown, 2018)

  • Mengubah Orang Lain Menjadi Positif

Tulisan positif memiliki pesan perubahan yang kuat. Pembaca akan bisa terinspirasi dan termotivasi untuk menjadi lebih positif dalam kehidupan. Sebuah kejadian inspiratif —mungkin hanya mengubah seseorang. Namun ketika kejadian tersebut dituliskan, akan memengaruhi sangat banyak orang untuk mengambil pelajaran positif.

“Tone in writing can be defined as attitude or emotion toward the subject and the reader. It conveys a particular message from the writer to the reader that while life is chock full of problems, there’s always hope. The story’s protagonist may fall, but s/he’ll get up. The addiction in a good story is how life’s unsolvable problems are defeated by a motivated main character whose core principles, motivations, and morality are just like yours”. (Jacqui Murray, 2016)

Bahan Bacaan

Anelia Varela, The Power of Positive Writing, http://www.thewriter.com, 28 FebruarI 2013

Jacqui Murray, The Power of Positive Writing, https://worddreams.wordpress.com, 22 Februari 2016

James Clear, How Positive Thinking Builds Your Skills, Boosts Your Health, and Improves Your Work, https://www.lifehack.org, 30 Maret 2020

Jordan Brown, Positive or Negative Writing? www.writingcooperative.com, 6 Februari 2018

Kristie Sweet, How to Write in a Positive Tone, www.penandthepad.com, 7 Maret 2017

Rachel Toalson, The Importance of Positive Thinking For Writers, https://medium.com, 27 Juni 2016

Steve Aedy, How Positive Writing Will Help You To Live a Happier Life, www.dumblittleman.com, 21 April 2015

 2 kali dilihat

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *