Positive Writing

Triple Filter Test, Tiga Filter Tulisan dari Socrates

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

“Tahukah Anda, Tuan, apa yang baru saja saya dengar tentang seorang teman Anda?” tanya seorang lelaki kepada Socrates.

“Tunggu sebentar. Sebelum kamu menceritakan sesuatu tentang teman saya, tolong kamu jawab dulu tiga pertanyaan ini”, jawab Socrates.

“Baiklah, saya siap”, jawa lelaki itu.

“Pertama tentang kebenaran (truth). Yakinkah kamu bahwa yang akan kamu katakan itu benar?” tanya Socrates.

“Maaf Tuan, sesungguhnya saya baru saja mendengar berita itu, dan ingin segera memberitahukannya kepada Anda.”

“Saya tidak yakin”, tambah lelaki itu.

“Baiklah, kamu tidak yakin”, ujar Socrates.

“Pertanyaan kedua tentang kebaikan (goodness). Apakah yang akan kamu ceritakan kepada saya mengenai teman saya itu adalah sesuatu yang baik?”

“Maaf Tuan, bahkan yang akan saya ceritakan ini adalah hal yang buruk,” jawab lelaki tersebut.

“Jadi, kamu ingin menceritakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai teman saya, tetapi kamu tidak yakin bahwa itu benar. Hmmmm…”, gumam Socrates.

“Sekarang pertanyaan ketiga, tentang kemanfaatan (usefulness). Apakah hal yang ingin kamu ceritakan kepada saya tentang teman saya tersebut akan bermanfaat buat saya?”

“Sepertinya tidak, Tuan, maafkan saya,” jawab lelaki tersebut.

“Jika apa yang ingin kamu sampaikan kepada saya adalah hal yang tidak benar, tidak baik, dan tidak bermanfaat. Mengapa kamu ingin menceritakan kepada saya?” ujar Socrates.

Tiga Filter untuk Posting Tulisan

Seperti yang sudah sering saya sampaikan, kita boleh menulis apa saja. Bebas, merdeka. Sebab salah satu tujuan menulis adalah pelepasan. Menulis adalah memerdekakan diri dari berbagai beban. Melepas semua himpitan. Melepas semua kata yang tak bisa tersampaikan dengan suara. Maka menulis leluasa menyampaikan segala-galanya.

Namun untuk memosting tulisan, tidak bebas. Sebab bisa jadi ada piha-pihak yang bisa terlukai, tersakiti, dan merasa terzalimi. Kita berhadapan dengan etika, norma dan hukum. Salah satunya terkait dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jo. Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008.

Kita ingat, musisi Ahmad Dhani terjerat Pasal 27 ayat 3 jo. Pasal 45 ayat 3 UU ITE dengan dugaan pencemaran nama baik, karena ada muatan kata “idiot” dalam videonya. Terlepas dari unsur politis dalam kasus tersebut, namun sudah sepatutnya kita semua menjadi berhati-hati dalam memosting tulisan.

Agar tulisan kita tidak berujung petaka, hendaknya kita gunakan Triple Filter Test model Socrates, setiap kali hendak memosting tulisan. Pertama, filter kebenaran (truth). Kedua, test kebaikan (goodness). Ketiga, tes kemanfaatan (usefulness).

Pertama, yakinkah bahwa yang Anda posting adalah hal yang benar? Kebenaran bisa dikaitkan dengan hukum agama, ataupun hukum positif. Jangan sampai memosting tulisan yang melanggar apalagi bertentangan dengan prinsip kebenaran agama, ataupun Undang-Undang. Hendaknya kita posting hal-hal benar, atau mengarahkan kepada kebenaran.

Kedua, yakinkah bahwa yang Anda posting adalah hal yang baikr? Kebaikan bisa dikaitkan dengan konteks norma agama, etik dan moral. Ada norma agama, serta nilai moral dan etika yang berkembang dan diterima masyarakat tentang baik dan tidak baik. Hendaknya kita posting hal-hal baik, atau mengarahkan kepada kebaikan.

Ketiga, yakinkah bahwa yang Anda posting adalah hal yang bermanfaat? Kebermanfaatan bisa terjadi dalam aspek yang sangat luas. Misalnya memberi informasi, ilmu, pengetahuan kepada masyarakat luas. Bisa pula dalam bentuk memotivasi, menginspirasi, mengedukasi, menghibur, dan lain sebagainya.

Itulah tiga filter model Socrates, sebelum kita memosting tulisan. Maka tulislah, apa saja. Bebas merdeka. Namun endapkan dulu sebelum diposting. Tidak semua tulisan harus diposting, sebab tergantung tujuan kita membuat tulisan tersebut. Postinglah hanya yang positif.

Catatan :

Kata posting, postingan, memosting atau memposting, bukanlah kata baku dalam KBBI. Namun karena sudah sangat sering kita dengar, maka seakan sudah menjadi kosa kata bahasa Indonesia. Maka sayapun menggunakan, karena sudah dipahami secara luas.

Bahan Bacaan

Socrates Triple Filter Test, www.exploringyourmind.com, 18 Januari 2019

Sumber Ilustrasi : www.quora.com

 34 kali dilihat

4 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *