Teknik Menulis

Tulisan, Antara Pesan dan Kemasan

Oleh : Cahyadi Takariawan

“It will amaze you to know that in today’s world, especially on the internet, everyone seems to be in a hurry” (Hephzy Asaolu, 2016)

Dunia cyber benar-benar telah mengubah budaya dan kehidupan manusia. Semua orang tampak tergesa-gesa dan ingin cepat dalam segala sesuatu. Ingin hal yang simpel, tidak bertele-tele. Maka muncullah budaya instan.

Tayangan youtube tiga menit lebih disukai daripada tayangan tigapuluh menit. Video instagram 1 menit lebih disukai dibandingkan ceramah 1 jam. Maka tulisan pendek lebih bisa dinikmati daripada tulisan panjang.

Antara Wadah dan Isi

Jangan pernah mengatakan wadah tidak penting. Meskipun isi tetap paling penting, akan tetapi wadah tak boleh disepelekan. Begitu menempatkan isi pada wadah yang salah, orang tidak akan tertarik dengan isinya. Bagaimana pandangan Anda mengenai es teler yang disajikan di pispot? Hueksss….

Anda perhatikan, penjual makanan tak lagi berorientasi kepada enaknya rasa makanan, namun juga soal bagusnya wadah atau kemasan. Di Yogyakarta, Anda akan menemukan belalang goreng rasa keju dengan kemasan istimewa, dijual di toko oleh-oleh. Dulunya, belalang goreng dijual di pinggir jalan menuju Kota Wonosari, oleh penjual tradisional, tanpa kemasan.

Berbagai asesoris kecil dan sederhana, saat ini dikemas dengan wadah sangat menarik dan terkesan mewah. Hanya headset yang kecil dan ringan, dikemas dengan wadah elegan dan tampak sebagai ‘barang besar’, sehingga lebih menarik untuk dibeli.

Demikian pula, sebagus apapun isi pesan, sepenting apapun konten tulisan, harus Anda tampilkan dengan kemasan yang menarik. Di antara kemasan yang penting diperhatikan untuk mewadahi isi pesan, di antaranya adalah:

  • Kalimat

Kalimat panjang cenderung membuat lelah pembaca. Ini termasuk barrier yang diciptakan oleh penulis terhadap pembaca. Membuat pembaca terengah-engah membaca, tanpa ada jeda istirahat. Maka ciptakan kalimat yang tidak lebih dari 20 kata.

  • Paragraf

Paragraf panjang membuat pembaca merasa jenuh sejak sebelum membaca. Kalimat panjang, tidak langsung tampak di mata pembaca. Namun paragraf panjang, langsung kelihatan oleh pembaca. Dari awal, pembaca sudah melihat hal yang mengganggu, dan membuat enggan untuk mampir.

Paragraf sangat panjang, lebih dari 7 kalimat, adalah wadah yang tidak menarik. Pembaca milenial, senang dengan paragraf pendek, antara 2 sampai 3 kalimat saja. Itupun dengan kalimat pendek.

Seperti apakah contoh paragraf panjang panjang, paragraf normal, dan paragraf pendek? Silakan simak di sini.

  • Paragraf pertama

Kemasan sangat penting adalah paragraf pertama di setiap artikel. Begitu paragraf pertama sudah terlalu panjang, hampir bisa dipastikan, tak akan dilirik oleh pembaca milenial. Mereka akan meluncur ke web lain yang menyajikan kemasan lebih ramah.

Pastikan, paragraf pertama di setiap artikel yang Anda posting tak lebih dari 3 kalimat pendek. Bahkan kadang cukup hanya dengan satu kalimat saja untuk paragraf pertama. Pilih kalimat paling ‘nendang’ di bagian pertama artikel Anda.

  • Panjang total tulisan

Kemasan dari pesan Anda, dinilai juga dari panjang total artikel. Untuk sebuah artikel yang diposting di web atau blog, 500 kata adalah ukuran yang ramah untuk pembaca milenial. Ini setara dengan sekitar 3000 karakter.

Hukum ini, berlaku untuk postingan di web atau blog. Untuk sosial media, lebih pendek lagi dari ukuran tersebut. Namun untuk buku novel atau buku nonfiksi, bisa leluasa dalam mengatur panjang total tulisan. Hal ini karena buku bisa dibawa pergi atau dibaca kapanpun dengan leluasa.

TetapFokus Pada Inti Pesan

Meskipun demikian, nilai sebuah paragraf tetap ditentukan oleh kualitas pikiran atau isi pesan. Bukan oleh hitungan jumlah kalimat atau jumlah kata.

Seperti pelajaran yang dinyatakan dalam web Grammarly. “A good paragraph should not be measured in characters, words, or sentences. The true measure of your paragraphs should be ideas” (Grammarly, How Long is a Paragraph?)

Hanya saja, ketika tidak pandai membuat kemasan, pesan-pesan yang sangat hebat, tidak dibuka oleh pembaca. Dampaknya, pesan tidak tersampaikan.

Itu saja.

Bahan Bacaan

Hephzy Asaolu, Are These 12 Bad Writing Habits Stopping You From Being Successful? www.business2community.com, 29 Maret 2016,

Grammarly, How Long is a Paragraph? www.grammarly.com

 4 kali dilihat

18 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *