Motivasi Menulis

Where Are the Edges of Your Day?

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Saya senang dengan pertanyaan menggelitik Joanna Penn ini. “Di manakah ujung harimu?” Coba mari kita jawab masing-masing. Di mana ujung harimu? Ketika Anda masih saja mengatakan kesulitan mengatur waktu.

Joanna Penn adalah seorang istri, ibu dan pekerja profesional. Ia menulis buku Stone of Fire dan lebih dari 30 buku lainnya, dalam kondisi penuh kesibukan. Ia bukan ibu yang menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di mall, namun ia habiskan waktu dengan produktivitaas.

“Saya menulis empat buku pertama ketika saya bekerja penuh waktu sebagai konsultan di Brisbane, Australia”, ujar Penn.

“Saya bangun jam 5 pagi dan menulis sebelum saya berangkat kerja. Karena begitu saya tiba di kantor, saya tidak punya waktu untuk menciptakan kreativitas lagi”, ujar Penn. Di kantor, tentu ia harus bekerja sesuai dengan job descriotion bagi dirinya.

“Saya bangun jam 5 pagi, menulis selama satu jam, kemudian bersiap-siap untuk berangkat kerja”, lanjut Penn.

Saya tahu banyak di antara Anda yang bangun jam dua atau tiga malam untuk shalat malam dan berdzikir. Jadi, lebih pagi dari kebiasaan Penn. Harusnya juga bisa lebih produktif dibanding Penn.

Jadi, di mana ujung harimu? Ketika Anda masih saja mengatakan tidak punya waktu semenit pun untuk menulis. Adalah aneh jika menyalahkan keterbatasan waktu sebagai penyebab tidak menulis.

Benarkah Anda tidak memiliki waktu? Tidak benar. Semua orang hidup, memiliki waktu.

When you say you don’t have the time, what you are really saying is: Something else is more important right now than writing,” ujar Victoria Lynn Schmidt, Ph.D. Inilah jawaban sebenarnya.

Ketika Anda mengatakan tidak punya waktu untuk menulis, yang sesungguhnya terjadi adalah, Anda tengah mengatakan “ada banyak hal lain jauh lebih penting saat ini daripada menulis”. Bukan karena tidak punya waktu.

Are all these other tasks you’re completing, all of them, more important to you than writing? If so, then stop beating yourself up about not writing and put this book down”, lanjut Lynn.

Jika semua aktivitas lain yang Anda lakukan —menurut Anda— lebih penting daripada menulis, maka berhentilah menyalahkan diri sendiri tentang tidak menulis, dan berhentilah membaca tulisan ini. Lebih baik Anda melakukan aktivitas lainnya, yang bermanfaat, dibandingkan Anda selalu menjadikan kesempitan waktu sebagai tertuduh.

Jadi, di mana ujung harimu? Ketika Anda masih saja mengatakan tidak punya waktu semenit pun untuk menulis. Anda masih saja mengatakan kegiatan Anda sangat padat, sampai kekurangan waktu.

Sekarang, mari coba diperinci. Bagaimana Anda menggunakan waktu-waktu selama ini? Lynn masih mempertanyakan alasan “tidak punya waktu” yang sering dijadikan pembenaran untuk tidak menulis apapun.

“You absolutely cannot say you don’t have the time unless you write down all of your activities for one week and prove it!”, ujar Lynn.

Menurut Lynn, Anda baru benar-benar bisa mengatakan tidak punya waktu, jika telah menuliskan semua kegiatan harian Anda selama satu pekan, dan membuktikan bahwa tak satupun menit tersisa.

Nora Roberts adalah penulis lebih dari 200 novel —diantaranya Irish Thoroughbred (1981). Ia memiliki sangat banyak aktivitas lain yang harus dikerjakan, ketika dia menulis novel. Nora juga ibu dari dua orang anak. Jelas ia bukan tipe ‘pengangguran’ yang menghabiskan waktu dengan menulis.

Ida Kusdiati, penulis buku Khatulistiwa Cinta, peserta kelas Emak Punya Karya (EPK) Batch 1 / 2020, adalah pejabat penting di Dinas Pertanian Kalimantan Barat. Ia juga Ketua Pengurus Wilayah Salimah Kalimantan Barat, sekaligus ibu dari tiga anak. Sangat padat kegiatannya, toh ia sangat produktif menulis setiap hari.

Lalu bagaimana seorang Nora Roberts, Joanna Penn, Ida Kusdiati dan para penulis produktif lainnya, menjalankan tugas hidup sehari-hari dan menulis pada saat yang sama? Jawabannya adalah, karena mereka menganggap menulis sebagai hal penting yang harus mereka lakukan setiap hari.

Mereka memberikan nilai dan makna penting atas aktivitas menulis. Oleh karena itu, selalu ada waktu untuk menulis setiap hari, sesibuk apapun kegiatan hariannya. Para penulis handal itu memberikan perhatian kepada aktivitas menulis, karena meyakini bahwa menulis merupakan hal penting dalam kehidupan.

Tanpa manajemen perhatian seperti ini, Anda akan selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menulis.

Jadi, di mana ujung harimu?

Bahan Bacaan

Joanna Penn, How Do You Find Time To Write? www.thecreativepenn.com. 28 Maret 2018

Victoria Lynn Schmidt, 4 Tips for Making Time to Write, www.writersdigest.com, 3 April 2008

 22 kali dilihat

3 Komentar

  • Fria nella

    Dimana ujung harimu ?

    Pertanyaan yang mempunyai jawaban berbeda dari setiap insan, namun ada makna yang tersirat untuk merancang ujung hari dengan husnul khotimah.

    Dimulai dengan Bismillah diakhiri dengan Alhamdulillah.

    Jazakallahu khairan pak Cah

  • Falasifah Ani Yuniarti

    Bismillaah. Alhamdulillaahirabbil’aalamiin,
    Terima kasih, Pak.

    Kesulitan membagi waktu sering menjadi alasan. Padahal akhirnya banyak yang terbuang, tidak produktif.
    Astaghfirillahal’adziim… Semoga Allah memberikan hidayah, daya dan kekuatan untuk berubah.
    Aaaamiiin Yaa Rabbal’aalamiin.

    Jazakallahu khair, Pak Cah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *